RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diminta memberikan ruang dan kesempatan bagi ekonomi dan keuangan syariah dalam pengelolaan keuangan negara.
Hal tersebut dikatakan Wakil Rektor Universitas Paramadina/Indef Associate, Dr. Handi Risza pada diskusi “Prospek Kebijakan Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah di Era Prabowo” yang digelar oleh Indef, Universitas Paramadina dan UIN Jakarta, pada Jumat (30/8/2024).
“Ekonomi dan keuangan syariah harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN 2025-2029) dan jangka panjang (RPJPN 2025-2045),” ujarnya.
Handi memaparkan, perkembangan perekonomian global saat ini total asetnya diprediksi sudah mencapai 6,6 miliar dolar AS pada 2027 bagi negara yang memiliki keuangan syariah. Saat ini aset keuangan syariah global sebesar 11 persen atau mencapai 4,5 miliar dolar AS di 2022. Hal ini menunjukkan industri keuangan global dapat bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi yang hadir.
Berkaca dari Global Islamic Ekonomi, kata dia, sektor ekonomi Islam sangat menjanjikan karena pada 2002. “Karena sudah menjadi tren global, bahkan saya tidak bisa membayangkan jika yang menjadi pusatnya adalah Singapura atau bahkan China.
Menurut dia, Indonesia sebagai negara Islam sudah seharusnya dijadikan modal atau role bagi ekonomi syariah yang dapat dijadikan role model perkembangan ekonomi global saat ini.
Baca juga : Bamsoet Dukung Prabowo Jadikan Kementerian Perumahan Rakyat Tersendiri
“Untuk keuangan kita berada dalam posisi ke-7, untuk perbankan posisi ke-10, asuransi ke-6, sukuk ke-3, dan dana syariah ke-9. Total aset keuangan syariah Indonesia pada tahun 2023 adalah Rp 2.582,25 triliun,” tegasnya.
Anggota DPR RI 2014-2019/Indef Associate, Dr. Hakam Naja memaparkan, ekonomi syariah untuk makanan yang banyak mendapatkan hasil adalah Thailand, Vietnam dan India. Eksportir makanan terbesar ke negara OKI adalah Brazil sebagai yang pertama, Amerika, India, Rusia, baru Indonesia.
“Maka dapat diambil kesimpulan bahwa di negara kita sendiri belum bisa dioptimalkan, apa lagi ke negara luar. Diharapkan saat pemerintahan baru dengan berbagai komponen halal dapat di nikmati oleh 282 juta penduduk Indonesia,” tuturnya.
Hakam melihat, Malaysia selama 10 tahun membangun manajemen perekonomian syariah dan Malaysia dapat maju karena peran negaranya sendiri. Sedangkan perbankan syariah di Indonesia hanya ada pada 7 persen, sedangkan di Malaysia terdapat 40 persen perbankan syariah dengan maksimal 20 juta jiwa umat muslim. “Di Malaysia itu perekonomian syariahnya benar-benar hidup” tegas Hakam.
Hakam melihat pada 2024 Indonesia akan masuk sebagai industri halal terbesar di dunia. Pemerintah baru diharapkan bisa meningkatkan ekonomi syariah.
Selanjutnya, Guru Besar UIN Jakarta/Indef Associate, Prof. Nur Hidayah mengungkapkan di bawah kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin ekonomi syariah berkembang dengan pesat dan mampu bersaing dalam skala global.
Baca juga : Bukan Dewan Perwakilan Artis
“Bagi sektor industri halal sebenarnya memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan karena berhasil untuk terus menaikkan kualitas” bebernya.
Nur Hidayah mengutip apa yang disampaikan oleh TKN Prabowo-Gibran dalam acara Indonesia Sharia Economic Outlook 2024 dalam mendorong industri kreatif yaitu menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, termasuk pariwisata, ekonomi kreatif, ekonomi digital, usaha rintisan, industri syariah, dan maritim berbasis komunitas.
“Strategi utama dalam pengembangan ekonomi syariah era Prabowo dengan memperkuat regulasi dan kelembagaan ekonomi syariah,” paparnya.
“Perlu memperhatikan peluang dan tantangan yang ada untuk mengembangkan ekonomi syariah secara lebih optimal, sehingga strategi yang diterapkan dapat berjalan dengan lebihefektif,” tegasnya.
Peneliti Indef, Izzudin Al Farras Adha melihat, ada perkembangan yang terjadi terkhusus pada industri pasar modal syariah, perbankan syariah sangat drastis, kemudian industri non bank syariah. Walaupun aset terus meningkat, tetapi peringatnya menurun.
“Artinya negara-negara lain jauh lebih cepat capaiannya, dan perlu ditingkatkan terus agar dapat bisa mengimbangi tidak seperti 5 tahun belakangan,” kata Farras.
Baca juga : Berantas Pornografi, Pemerintah Revisi Peraturan Presiden
Sementara, Ekonom Senior Indef/Rektor Universitas, Prof. Didik. J. Rachbini mengatakan, diskusi ini merupakan pra-seminar dari seminar internasional yang akan diadakan minggu depan, bersama Wapres KH Ma’ruf Amin untuk memberi kontribusi pada ekonomi syariah termasuk makanan halal dan pariwisata halal.
“Kita bersama memiliki tujuan untuk menjalankan riset yang lebih advance, membangun training dan pendidikan, terlibat dalam advokasi, community empowerment dan kolaborasi,” papar Didik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.