RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) berkomitmen terus meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), salah satunya dengan menjaga kinerja salah satu Pembangkit listrik Tenaga Air (PLTA) tertua di Indonesia, yaitu PLTA Bengkok yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.
Rakyat Merdeka bersama 35 media massa nasional yang mengikuti acara Media Gathering PT PLN (Persero) berkesempatan mengunjungi PLTA Bengkok, Selasa (3/9/2024).
Dalam keterangan terpisah, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, PLTA Bengkok sudah beroperasi sejak 1923.
Saat ini dioperasikan oleh subholding PLN Indonesia Power (PLN IP) dan menjadi salah satu sumber listrik bersih bagi area Bandung dan sekitarnya.
Pembangkit ini juga telah diakui sebagai bangunan cagar budaya di Kota Bandung.
Baca juga : Bamsoet Apresiasi 16 Tahun Perjalanan Politik Partai Gerindra
Demi menjaga orisinalitasnya, hingga sekarang pengoperasian masih menggunakan mesin dan peralatan asli yang dioperasikan secara manual.
Ia juga menyebut, eksistensi PLTA Bengkok dalam memproduksi listrik merupakan bukti perjalanan panjang kemampuan PLN dalam memanfaatkan EBT.
"Kami telah memiliki pengalaman panjang mengelola pembangkit EBT. Sejak Indonesia merdeka, kami telah mampu mengelola PLTA Bengkok. Kendati berusia lebih dari satu abad masih tetap beroperasi secara maksimal," ucap Darmawan.
Darmawan mengatakan, kesuksesan PLN mengelola PLTA Bengkok juga merefleksikan semangat PLN dalam melakukan transisi energi.
"Pembangkit ini merefleksikan semangat PLN sebagai tulang punggung transisi energi optimis, kita pasti bisa mencapai NZE seperti yang kita cita-citakan," tutur Darmawan.
Baca juga : Luhut: Kita Rayakan Perjalanan Panjang Menuju Indonesia Emas 2045
Senior Manager PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Saguling Doni Bakar yang menemani media site visit menjelaskan, PLTA Bengkok memiliki empat unit pembangkit di dua lokasi berbeda.
Di lokasi utama PLTA Bengkok, terdapat tiga unit pembangkit dengan kapasitas total 3 x 1.050 kilowatt (kW), sementara satu unit lainnya adalah PLTA Dago yang memiliki kapasitas 700 KW.
Sehingga, total pembangkit ini mampu menghasilkan listrik bersih sebesar 3,85 Megawatt (MW).
"Daerah yang mendapat suplai listrik dari PLTA Bengkok meliputi Sukaresmi, Dago dan Bengkok sendiri. Tapi seiring semakin besarnya kebutuhan listrik, PLTA Bengkok kini menjadi penyuplai listrik pendukung untuk Kota Bandung," ucap Doni.
Dia menjelaskan, untuk menjaga keandalan operasional PLTA Bengkok, PLN terus melakukan berbagai upaya pemeliharaan rutin. Ada dua tipe pemeliharaan berkala yang dilakukan, yaitu preventif maintenance dan periodic maintenance.
Baca juga : BSI Targetkan Top 3 Bank Syariah Global: Perjalanan dan Tantangan Mega Merger
Selain itu, inspeksi umum juga dilakukan untuk PLTA Bengkok setelah 24.000 hingga 30.000 jam operasi.
Lalu, setiap 40.000 hingga 45.000 jam operasi atau setiap 6-7 tahun, dilakukan pula overhaul untuk seluruh komponen PLTA Bengkok.
Dengan langkah-langkah tersebut, PLTA Bengkok mampu tetap prima meski telah lebih dari 100 tahun beroperasi.
"Kami berkomitmen untuk menjaga PLTA Bengkok terus eksis menjadi pembangkit energi hijau yang berkelanjutan. Ini menjadi bagian dari sejarah panjang pemanfaatan energi ramah lingkungan di Indonesia," tutup Doni.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.