BREAKING NEWS
 

Gencarkan Inovasi, Pupuk Indonesia Kontribusi Benefit Rp 1,8 Triliun

Reporter : IRMA YULIA
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 7 September 2024 12:10 WIB
Beragam karya inovasi Pupuk Indonesia terbukti berhasil memberikan kinerja operasional yang positif. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menegaskan komitmennya untuk menjawab tantangan masa depan, melalui beragam karya inovasi yang mengarah pada pertumbuhan dan keberlanjutan industri.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, inovasi pada industri pupuk sangat krusial mengingat peran strategis perseroan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Di tengah dinamika perekonomian dan geopolitik dunia hingga perubahan iklim yang turut mempengaruhi rantai pasok pangan global.

“Ini adalah event konvensi inovasi yang dilakukan Pupuk Indonesia Grup. Seleksi inovasi dilakukan mulai dari level anak perusahaan, kemudian dilakukan agregasi dan dilombakan kembali di level holding," ujar Rahmad, melalui siaran pers, Sabtu (7/9/2024).

Rahmad menilai, proses agregasi dan kompetisi ini dilakukan agar ada transfer knowledge antar anak perusahaan, sehingga penemuan di satu anak perusahaan bisa diterapkan di tempat lain dalam ekosistem Pupuk Indonesia Grup.

Lebih lanjut disampaikan Rahmad beragam karya inovasi Pupuk Indonesia terbukti berhasil memberikan kinerja operasional yang positif.

Baca juga : Gapensi Jabar: Ada Pilkada, Sektor Konstruksi Tetap Tumbuh

Hal ini mendapat pengakuan publik di tingkat nasional maupun global,  Pupuk Indonesia berhasil masuk dalam daftar 100 perusahaan terbaik di Indonesia versi Majalah Fortune Indonesia.

Selain itu Pupuk Indonesia masuk ke dalam 500 perusahaan terbaik di ASEAN versi Majalah Fortune pada tahun 2024.

Untuk menjaga keberlanjutan kinerja positif, kata dia, ke depan pihaknya akan semakin gencar menggalakkan budaya inovasi, salah satunya lewat konvensi inovasi tahunan seperti PIQI 2024.

Menurut Rahmad, para finalis PIQI 2024 tercatat mampu menjawab kebutuhan dan tantangan bisnis di perseroan, baik dari segi keandalan operasional, penekanan biaya produksi, peningkatan daya saing produk, hingga peningkatan efektivitas organisasi.

Adsense

Ia mencontohkan, inovasi dari Pupuk Sriwidjaja Palembang yang memodifikasi unit daya hidrolik, sehingga mempercepat waktu perbaikan aktuator hidrolik yang merupakan komponen vital untuk mengendalikan berbagai peralatan dan mesin pada pabrik pupuk Urea.

Sebelum ada inovasi ini, proses perbaikan aktuator hidrolik memakan waktu 336 jam dan dilakukan pihak ketiga.

Baca juga : Resmikan RS Kemenkes Surabaya, Jokowi: Ini Bisa Selamatkan Devisa Rp 180 Triliun

"Setelah inovasi, perbaikan dapat dilakukan secara mandiri dan hanya memakan waktu 16 jam, sehingga meningkatkan keandalan operasional, efisiensi serta optimalisasi produksi," kata Rahmad.

Inovasi dari Pupuk Kaltim yang mendorong efisiensi energi dengan mengoptimalkan rasio batubara pada boiler. Sehingga, memberikan dampak positif pada efisiensi anggaran perusahaan. Inovasi produk pupuk Phosgreen dari Petrokimia Gresik.

Rahmad menjelaskan, pupuk berbasis fosfat ini memiliki rasio bahan baku yang dimodifikasi untuk menawarkan harga yang lebih kompetitif dengan kualitas tetap terjaga, sehingga meningkatkan keterjangkauan harga pupuk non-subsidi di tingkat petani.

Pupuk Indonesia pun berhasil mengembangkan aplikasi digital terintegrasi di tingkat kios (i-Pubers) untuk menurunkan nilai koreksi, sekaligus mempercepat proses penagihan subsidi pupuk.

Aplikasi ini telah dijalankan oleh lebih dari 27 ribu kios dan meningkatkan kemudahan petani dalam menebus pupuk bersubsidi. Karenanya, ajang PIQI 2024 bertema “Green Growth”, bertujuan untuk menjaring dan mengembangkan inovasi yang mampu menciptakan pertumbuhan usaha dan ramah lingkungan.

Setidaknya, terdapat 4.684 karya inovasi dari 6.531 karyawan Pupuk Indonesia dan anak perusahaan.

Baca juga : Dukung Pembangunan Indonesia, Kontribusi Teknologi Industri Baja Terus Digenjot

Rahmad menambahkan, inovasi yang terkumpul pada PIQI 2024 terbagi dalam 3 kategori, yakni Growth, Digital dan Sustainability.

Ia menekankan, kategorisasi ini ditentukan dengan melihat kebutuhan untuk menunjang operasional bisnis, serta manfaat bagi masyarakat.

“Selama tiga tahun penyelenggaraan, kontribusi benefit tercatat sebesar 1,8 triliun, sebuah jumlah yang signifikan. Ini menandakan budaya inovasi sudah benar-benar melekat di pupuk Indonesia,” pungkas Rahmad.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense