RM.id Rakyat Merdeka - Bank Syariah Indonesia (BSI) Maslahat resmi meluncurkan Program Masjid BSI Empowerment, di Masjid Al-Ittihad, Cibubur, Jakarta Timur.
Program ini digagas untuk mendorong kemandirian masjid dan meningkatkan kesejahteraan kelompok mustahik melalui pemberdayaan berbasis masjid.
Direktur Education and Empowerment BSI Maslahat, Muhammad Shobirin mengatakan, program ini akhirnya bisa diresmikan setelah memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Untuk diketahui, sebelum diluncurkan, sudah ada tahapan pendampingan kepada para mustahik di masjid tersebut.
“Kenapa baru di-launching sekarang, padahal aktivitasnya sudah lama? Ya karena BSI Maslahat punya prinsip kalau launching itu harus kelihatan dulu barangnya, harus ada aktivitas dulu,” ujarnya.
Melalui program pemberdayaan ini, BSI Maslahat ingin memberantas dan menghilangkan kemiskinan. Shobirin berharap, siapa pun yang mendapat program pendampingan dan penerima manfaat bisa memberdayakan masyarakat dan memakmurkan masjid.
Baca juga : Buku Biografi Politik ke-2 Bamsoet Segera Diluncurkan
“Harapan kita semua pemberdayaan itu mentransformasi mustahik menjadi muzakki,” tuturnya.
Ketua Masjid Al-Ittihad Said Zulfadli mengatakan, program pemberdayaan yang diberikan BSI melalui BSI Maslahat dituangkan dalam empat program, yakni digital marketing, usaha jasa teknisi AC, UMKM center, dan warung mikro.
Keempat program ini telah berjalan dan mampu memberdayakan serta mendongkrak ekonomi masyarakat di sekitar masjid.
Program digital marketing sebanyak 10 orang dan telah diberdayakan untuk menunjang proyek-proyek multimedia, beasiswa secara komersial, serta membantu kegiatan kehumasan dan sosialisasi kegiatan masjid.
“Untuk program usaha jasa teknisi AC kami yang memberdayakan mustahik atau masyarakat sekitar masjid melalui pendirian unit usaha jasa perbaikan dan pemeliharaan peralatan pendingin,” ungkap Said.
Sementara itu, program Al-Ittihad UMKM center dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat peran masjid dalam pembangunan komunitas.
Baca juga : Progres Pembangunan Masjid IKN 18,7 Persen, Ditargetkan Kelar Desember 2024
Masjid Al-Ittihad telah membina sebanyak 17 orang ibu-ibu. Mereka diberikan pelatihan dan pembinaan UMKM.
Sementara itu, program warung mikro bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan usaha kecil.
“Sebanyak tujuh warung mikro dapat berkembang. Dan kami berharap program-program ini dapat menjangkau lebih banyak lagi masyarakat sekitar,” harapnya.
Sementara itu, Ustadz Rendy Saputra mengatakan, masjid tidak hanya sebagai sarana untuk ibadah, melainkan menjadi tempat untuk berkumpul dan bersilaturahmi umat Islam.
Dengan sumber dayanya, masjid juga bisa menjadi tempat untuk menyejahterakan umat melalui berbagai program yang bermanfaat.
Dia membeberkan, secara potensi, masjid menyediakan tiga hal. Pertama, masjid menyediakan traffic dan market.
Baca juga : Program EPIC Sale, Traveloka Tebar Diskon Liburan Hingga 80 Persen
“Tidak ada tempat yang didatangi lima kali sehari kecuali masjid,” ungkapnya.
Lalu yang kedua, masjid penuh sumber daya. Bukan cuma uangnya saja, tapi SDM dan kompetensinya.
“Dan yang ketiga, masjid punya keberkahan,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.