Sebelumnya
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, investasi PTLCItercatat sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) asal Malaysia, karena mayoritas pemegang saham (51 persen) adalah Lotte Chemical Titan Holding Bhd, yang berbasis di Malaysia.
Selama 10 tahun terakhir, Malaysia menempati peringkat kelima sebagai negara asal Foreign Direct Investment (FDI) terbesar di Indonesia, dengan total investasi mencapai 21,86 miliar dolar AS.
Korea Selatan, sebagai negara asal pemegang saham minoritas di PTLCImenempati peringkat ketujuh dengan total investasi 18,20 miliar dolar AS.
Kehadiran kedua negara ini dalam proyek petrokimia strategis menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi Indonesia.
Baca juga : Jalan Rusak Dan Parkir Liar Paling Dikeluhkan Warga
Terpisah, Rosan juga mengapresiasi komitmen PTNippon Shokubai Indonesia dalam mengembangkan industri petrokimia di Tanah Air.
Tahun 2025, perusahaan itu akan memulai konstruksi fase keempat di Cilegon dan diharapkan tahun 2027 sudah bisa beroperasi.
“Nippon Shokubai sudah berinvestasi dari tahun 1996. Saat ini sudah masuk pembangunan fase keempat dengan nilai perluasan sekitar Rp 1,69 triliun (110 juta dolar AS),” ujar Rosan.
Dia mengatakan, Pemerintah Indonesia sangat menjaga investasi yang sudah ada. Tidak hanya investasi yang baru, tetapi yang sudah masuk juga harus dijaga dengan baik.
Baca juga : Southampton Vs Manchester United, Jabatan Ten Hag Jadi Taruhan
“Ini dilakukan agar menjadi marketing tools words of mouth kepada para investor lain untuk berinvestasi di Indonesia,” cetus Rosan.
Data Kementerian Investasi/ BKPM mencatat, PTNippon Shokubai Indonesia pertama kali memulai produksi komersialnya pada tahun 1999.
Sejak itu, perusahaan terus melakukan ekspansi, dengan fasilitas kedua mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2014 dan fasilitas ketiga pada tahun 2023.
Perluasan ini, lanjutnya, diharapkan tidak hanya memberikan dampak bagi perusahaan, tapi juga harus berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
Baca juga : Badminton Hong Kong 2024, Jojo Dan Ginting Menyala
Pada fase keempat ini, rencananya mulai konstruksi tahun 2025 dan diharapkan tahun 2027 sudah bisa berproduksi. Ini juga akan meningkatkan peran dan SDM di Cilegon sehingga bisa bertumbuh dan berkembang.
“Pemerintah punya program vokasi dan training untuk mendukung hal ini,” ujar Rosan. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 13 September 2024 dengan judul "Setelah Mangkrak Enam Tahun, Industri Petrokimia Di Cilegon Siap Produksi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.