RM.id Rakyat Merdeka - Proyek investasi jumbo milik PT Lotte Chemical Indonesia (PT LCI) di sektor petrokimia senilai Rp 59,37 triliun siap beroperasi pada Maret 2025. Proyek ini sempat mangkrak selama enam tahun.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani yang melakukan peninjauan ke kawasan industri PT LCI di Cilegon, Banten, Rabu (11/9/2024), memastikan kesiapan perusahaan yang rencananya memulai produksi komersialnya.
“Saya mengapresiasi PT LCI dan juga dukungan dari Pemerintah Daerah, sehingga pembangunan pabrik petrokimia ini sudah hampir selesai. Progresnya kurang lebih 98,7 persen,” kata Rosan dalam keterangan resmi Kementerian Investasi/BKPM, Kamis (12/9/2024).
Menurutnya, setelah beroperasi pada Maret 2024, pabrik anyar seluas 110 hektare tersebut akan mulai mengekspor hasil produksinya pada Mei 2024.
Baca juga : Jalan Rusak Dan Parkir Liar Paling Dikeluhkan Warga
PT LCI merupakan salah satu proyek investasi yang berhasil difasilitasi Pemerintah pasca pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi oleh Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2021.
Setelah menghadapi berbagai kendala perizinan dan tumpang tindih lahan, proyek ini berhasil dimulai kembali konstruksinya pada April 2022.
Proyek PT LCI mencakup pembangunan fasilitas petrokimia untuk memproduksi polypropylene serta produk hilir lainnya seperti butadiene dan BTX (Benzene, Toluene, Xylene).
Produk-produk ini akan menjadi bahan baku penting bagi berbagai industri pembuatan botol, ban, cat, peralatan medis, hingga pengusir serangga.
Baca juga : Southampton Vs Manchester United, Jabatan Ten Hag Jadi Taruhan
“Industri ini sangat penting untuk hilirisasi di Indonesia. Di saat bersamaan, perusahaan juga menyerap 14 ribu tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, hanya 4 persen tenaga kerja dari Korea,” ujar Rosan.
Mantan Ketua Umum Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Indonesia itu mengatakan, hadirnya pabrik petrokimia ini memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, terutama daerah Cilegon.
Rosan juga menekankan bahwa Pemerintah memiliki kebijakan insentif super tax deduction hingga 200 persen bagi perusahan yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Hal ini menjadi wujud upaya Pemerintah Indonesia untuk memastikan tidak hanya perusahaan yang tumbuh dan berkembang, tetapi juga Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.
Baca juga : Badminton Hong Kong 2024, Jojo Dan Ginting Menyala
President Director PTLCIYim Dong Hee, juga mengapresiasi kehadiran Menteri Investasi/Kepala BKPM ke fasilitas produksi LCI. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah atas setiap perkembangan investasi di LCI.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Investasi dan Pemerintah Daerah. Tahun depan, kami siap berproduksi. Kami harap dapat kembali mengundang Pemerintah ke sini,” ujar Yim Dong Hee.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.