RM.id Rakyat Merdeka - Kemitraan strategis antara Du Anyam dan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), menjadi contoh nyata, bagaimana Pemerintah dapat bekerja sama dengan wirausaha sosial yang akan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
Diketahui, Du Anyam sukses menempuh perjalanan selama 10 tahun, memperkenalkan hasil karya para wirausaha perempuan, khususnya para mama di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke kancah global.
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengapresiasi, apa yang dilakukan Du Anyam sejalan dengan visi Kemenkop UKM dalam mendukung dan mengembangkan wirausaha muda, termasuk dari kalangan perempuan.
"Du Anyam telah berhasil menjadi agregator dalam menghubungkan dan mendukung produksi anyaman perempuan perajin NTT yang ada di desa ke pasar yang lebih luas, serta memberikan dampak ekonomi terhadap para perempuan di desa–desa terpencil dan turut melestarikan warisan budaya," jelasnya dalam keterangan resmi, Sabtu (14/9/2024).
Kemenkop UKM juga telah melaksanakan program peningkatan kapasitas wirausaha dengan memberikan fasilitasi inkubasi wirausaha melalui lembaga inkubator.
Baik perguruan tinggi negeri atau swasta, serta Pemerintah Daerah tingkat provinsi juga di kota dan kabupaten.
Baca juga : Wamentan Ingin Hasilkan Lebih Banyak Orang Kaya Baru Dari Perkebunan
"Saya meminta Pemerintah Daerah untuk melihat dan mengembangkan potensi atau keunggulan dari daerah masing-masing,” ujarnya.
Sebagai contoh seperti apa yang dilakukan oleh Du Anyam yang berinovasi menciptakan ekonomi baru bernilai tinggi hingga produknya berhasil diterima di kancah global lewat anyaman yang terbuat dari daun lontar.
Teten turut mengapresiasi Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation yang senantiasa terus mendukung dan membina wirausaha sosial melalui program mentoring dan pendanaan, untuk tumbuh dan berkembang hingga ke tingkat internasional.
“Ini membuktikan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dapat memajukan industri kewirausahaan sambil mengatasi isu-isu sosial,” tuturnya.
Sementara itu, Plt (Pelaksana Tugas) Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Temmy Setya Permana mengungkapkan, model bisnis yang dilakukan oleh Du Anyam merupakan hal yang perlu diapresiasi dan juga dicontoh oleh berbagai pihak.
Penggunaan sumber daya alam lokal unggulan dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi dan juga pendapatan masyarakat setempat.
Baca juga : Kabinet Prabowo Diungkap Dasco, Mayoritas Menteri dari Kalangan Profesional
“Kita mendorong produk yang mungkin selama ini tidak terbayangkan. Jadi produk seperti ini yang kita harapkan untuk ekspor. Maka kami sangat support,” jelasnya.
Founder Du Anyam Hanna Keraf menambahkan, pihaknya selalu percaya bahwa potensi anyaman lontar dari NTT dapat menjadi kekuatan besar yang tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga membawa dampak sosial yang signifikan.
Bagi masyarakat NTT, terutama di Pulau Rote dan Sabu, pohon lontar memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat di dalamnya.
Manfaat besar lontar dalam berbagai sektor kehidupan bahkan membuat masyarakat setempat menyebutnya sebagai pohon kehidupan.
“Dengan memanfaatkan keterampilan turun-temurun menganyam daun lontar, kami tidak hanya menciptakan produk bernilai, tetapi juga memberikan kemampuan dan kesempatan bagi perempuan untuk dapat mengambil keputusan sendiri,” ujarnya.
Hingga September 2023, Du Anyam telah mengirimkan 13 kontainer produk untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional.
Baca juga : Dukung Pertumbuhan Ekonomi, BFI Finance Mudahkan Pembiayaan Sektor Produksi
Produk anyaman lontar dari NTT kini telah hadir di 52 negara, dengan target penjualan lebih dari 450 ribu produk hingga 2028.
Perjalanan 10 tahun ini juga jadi bukti Du Anyam sebagai kewirausahaan sosial bisa bertahan sampai sekarang dan teguh pada komitmen awal.
“Ke depan, kami akan terus berupaya untuk berkontribusi pada ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujarnya.
Head of Group Strategic Marketing & Communications Bank DBS Indonesia Mona Monika menuturkan, sejak menerima dukungan hibah dari DBS Foundation pada 2017, Du Anyam telah memanfaatkan potensi besar mereka untuk memberikan dampak sosial yang positif melalui pemberdayaan perempuan, khususnya di wilayah NTT.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.