BREAKING NEWS
 

Dampak Tenaga Manusia Diganti Mesin

Pekerja Serabutan Tinggi, Ekonomi Rawan Melemah

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 23 September 2024 07:00 WIB
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi.

 Sebelumnya 
Presiden Jokowi juga mewanti wanti dampak buruk gig economy. Menurut Jokowi, sistem ekonomi serabutan ini harus diperhatikan.

“Gig economy, hati-hati ini. Ekonomi serabutan, ekonomi paruh waktu. Kalau tidak dikelola baik ini akan jadi tren,” kata Jokowi, Kamis (19/9/2024).

Jokowi juga khawatir, sistem ini justru membuat perusahaan nyaman menggunakan pekerja serabutan dan memberikan kontrak jangka pendek, untuk mengurangi risiko ketidakpastian ekonomi.

Baca juga : Tindak Dong, Satpol PP Yang Hobi Main Judol!

“Perusahaan lebih memilih pekerja independen, pekerja yang freelancer. Perusahaan lebih memilih kontrak jangka pendek, untuk kurangi risiko ketidakpastian global yang sedang terjadi. Trennya menuju ke sana, baik di Indonesia maupun di negara lain,” jelasnya.

Jokowi pun menyoroti soal banyaknya otomasi yang dilakukan di dunia kerja. Menurutnya, tahun depan akan ada 85 juta pekerjaan yang hilang.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, pasar tenaga kerja saat ini tertekan oleh peningkatan otomasi di sektor industri. Meskipun memberikan keuntungan bagi industri, otomasi berpotensi menghilangkan pekerjaan manusia.

Baca juga : Real Betis Vs Mallorca, Bawa Misi Raih Tiga Poin Penuh

Dari awalnya otomasi hanya sebatas mekanik, kini penggunaan teknologi kecerdasan buatan juga mulai marak yang membuat pekerjaan kantoran ikut terancam.

“Semua sekarang masuk ke sana, otomasi semua. Awal cuma otomasi mekanik, kini muncul artificial inteligence, muncul analitik otomasi. Setiap hari ada hal baru muncul,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia memaparkan ada prediksi yang menyebutkan pada tahun 2025, akan ada 85 juta pekerjaan yang hilang gegara penggunaan teknologi dan otomasi di dunia kerja.

Baca juga : MotoGP Italia, Bastianini Rajai Emilia-Romagna

Jokowi memprediksi, ke depan hanya ada sedikit peluang kerja dibandingkan tenaga kerja yang ada di Indonesia. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 23 September 2024 dengan judul "Dampak Tenaga Manusia Diganti Mesin, Pekerja Serabutan Tinggi, Ekonomi Rawan Melemah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense