BREAKING NEWS
 

Dua Anak Usaha Pertamina Sinergi Garap Bisnis Karbon

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 25 September 2024 07:05 WIB
Foto: Dok Pertamina

 Sebelumnya 
“Sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan bagi negara,” jelasnya.

Ke depannya, kolaborasi ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional melalui sinergitas anak perusahaan Pertamina, untuk meningkatkan investasi dalam negeri.

Dia membeberkan, sejumlah kapal dari lini armada PIS telah menggunakan biofuel sebagai bahan bakar. Ditambah dengan kehadiran kapal-kapal baru yang juga disiapkan untuk penggunaan bahan bakar alternatif rendah karbon.

“PIS juga memastikan, transformasi hijau terus berlangsung sesuai dengan SDGs (Sustainable Development Goals). Serta upaya penerapan ESG di seluruh bisnis dan operasional perusahaan,” tuturnya.

Menyoal ini, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyambut baik kerja sama kedua anak usaha Pertamina tersebut.

Baca juga : Kocek Negara Bakal Hemat Rp 404 Triliun

Dia menilai, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) seperti Pertamina dan anak usahanya, tidak boleh melewatkan kesempatan di tengah tingginya tuntutan pemanfaatan EBT (Energi Baru Terbarukan).

“Sejauh ini, arah diversifikasi bisnis BUMN menunjukkan sinyal positif,” ucap Faby kepada Rakyat Merdeka, Senin (23/9/2024).

Dia pun menegaskan, penggunaan rendah karbon dan transisi energi yang berkelanjutan bisa berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi.

Jika hal ini terus dilakukan, tambahnya, maka setidaknya ada kontribusi sekitar 7 persen menuju NZE 2060.

“Penggunaan karbon dan kuncinya adalah transisi energi menuju energi bersih,” katanya.

Baca juga : Lelaki Penyuka Sesama Jenis Rawan Kena Mpox

Ia menjelaskan, rendah karbon mengacu pada pembangunan dan operasionalisasi bangunan dengan tingkat emisi karbon yang rendah atau bahkan nol.

“Ini dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan energi fosil dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dalam infrastruktur bangunan,” ujarnya.

Karena itu, sangat penting untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Dia lalu memberikan beberapa hal yang perlu dilakukan. Yakni meliputi penurunan intensitas emisi untuk setiap pertumbuhan EBT, menurunkan emisi gas rumah kaca, energi fosil, polusi udara, serta meningkatkan bauran energi terbarukan.

Ia juga menyoroti pentingnya akselerasi energi terbarukan hingga 40-45 persen pada 2030. Serta penurunan penggunaan energi fosil, terutama PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), sebelum tahun 2045.

Baca juga : Garuda Muda Siap Unjuk Gigi

Dia meyakini, transisi energi bukan hanya tentang mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

“Tetapi juga tentang menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” pungkasnya. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Rabu, 25 September 2024 dengan judul "Dua Anak Usaha Pertamina Sinergi Garap Bisnis Karbon"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense