Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Israel Serang Lebanon, 492 Orang Tewas
Nggak Becus Stop Perang, DK PBB Wajib Direformasi
Rabu, 25 September 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Uni Eropa kecewa dengan kinerja Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang hingga kini tidak mampu menghentikan perang di kawasan Timur Tengah (Timteng). Benua Biru menuntut perombakan lembaga itu agar bisa berperan mencegah perang tidak meluas.
Belum usai urusan di Jalur Gaza, Palestina, Israel melancarkan serangan udara, menargetkan kelompok Hizbullah di Lebanon, Senin (23/9/2024).
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan, serangan tersebut menewaskan 492 orang, termasuk 35 anak-anak dan 58 perempuan. Dan, melukai 1.645 orang lainnya.
Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad mengatakan, ribuan keluarga telah mengungsi. Sedangkan Menteri Lingkungan Hidup Lebanon Nasser Yassin yang mengoordinasikan respons krisis mengatakan, 89 tempat penampungan sementara di sekolah dan sejenisnya telah dibuka. Dengan kapasitas lebih dari 26.000 orang.
Baca juga : Saksi Ngaku Pernah Disodori Uang Dalam Plastik Warna Hitam
Ledakan di dekat kota kuno Baalbek, Lebanon timur membuat asap mengepul ke langit.
“Kami sedang tidur dan terbangun karena suara ledakan. Seperti itulah kehidupan kami,” kata Wafaa Ismail (60), dari desa Zawtar.
Insiden tersebut merupakan serangan paling mematikan dalam satu hari sejak perang Israel-Hizbullah pada 2006. Para pemimpin dunia mengingatkan warganya untuk berhati-hati.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell dan Kanselir Jerman Olaf Scholz menilai, situasi terkini di Lebanon sangat berbahaya.
Baca juga : Tamara Tyasmara, Sedikit Lega Mantan Dituntut Hukuman Mati
“Saya dapat mengatakan ini hampir menjadi perang penuh,” ujar Borrell dikutip Reuters, Selasa (24/9/2024). Ia memastikan, Eropa akan berupaya mencegah pecahnya perang lebih besar.
Scholz telah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) untuk lebih tegas kepada Israel. Menurutnya, DK PBB sudah seharusnya direformasi demi keamanan global.
“Sudah terlalu banyak konflik yang dibiarkan meluas dan tidak kunjung selesai. DK PBB perlu dirombak agar mewakili seluruh negara dan benua,” tandas Scholz.
Sejumlah negara juga kembali mengeluarkan imbauan agar warganya meninggalkan Lebanon dan Israel sesegera mungkin.
Baca juga : Tanpa Oposisi, DPR Ompong
“Kerajaan Arab Saudi mendesak masyarakat internasional dan pihak-pihak yang berpengaruh untuk menggunakan peran dan tanggung jawab mereka mengakhiri konflik di kawasan,” ungkap Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform X, Senin (23/9/2024) malam.
Arab Saudi juga menekankan perlunya menjaga stabilitas di Lebanon dan menghormati kedaulatannya sebagai negara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya