BREAKING NEWS
 

2 Anak Usaha PTPN III Mantapkan Kerja Sama Operasional

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 1 Oktober 2024 12:52 WIB
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III yakni, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), dan PTPN I (SupportingCo), menggelar kick-off Kerja Sama Operasional (KSO) Integrasi Pengelolaan dan Pengolahan Komoditas Tebu, Senin (30/9/2024). (Foto: Dok

RM.id  Rakyat Merdeka - Dua anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yakni, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), dan PTPN I (SupportingCo), menggelar kick-off Kerja Sama Operasional (KSO) Integrasi Pengelolaan dan Pengolahan Komoditas Tebu, pada Senin (30/9/2024).

Kick-off ini merupakan pertemuan awal untuk menyamakan persepsi atas proses bisnis yang akan dilaksanakan, setelah ditandatanganinya Berita Acara Kesepakatan Tanggal Efektif kegiatan KSO.

Sebelumnya, Holding Perkebunan Nusantara juga telah memfasilitasi KSO Integrasi on Farm terhadap SGN dan SupportingCo melalui perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani di Jakarta pada 9 Agustus 2024 lalu.

Baca juga : Tahun Ini, Kerja Sama Perbatasan RI-PNG Dikokohkan

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu aksi korporasi PTPN Group untuk merealisasikan roadmap Swasembada Gula Nasional 2030.

Adsense

"Sejalan dengan Perpres Nomor 40 Tahun 2023, dengan mengintegrasikan on farm dan off farm pada bisnis gula, diproyeksikan dapat meningkatkan produktivitas tebu per tahunnya," kata Abdul Ghani dalam keterangan resminya, Selasa (1/10/2024).

Sebelumnya, pasca spin off SGN, operasional pabrik gula dilakukan secara terpisah dari operasional kebun, di mana operasional kebun dikelola oleh PTPN I atau dikenal dengan SupportingCo.

Baca juga : Mendagri Ajak Jajaran BNPP Manfaatkan Potensi Pemgembangan Daerah Perbatasan

Wilayah kebun tebu yang termasuk dalam pengelolaan PTPN I, yaitu Regional I (Eks-PTPN II), Regional 3 (Eks-PTPN IX), Regional 4 (Eks-PTPN X dan XI), Regional 5 ( Eks-PTPN XII), Regional 7 (Eks-PTPN VII), dan Regional 8 (Eks-PTPN XIV) dengan total luas areal sebesar 59.301 hektar (ha).

Direktur Utama SGN Mahmudi menilai, diperlukan sinergi antara kedua perusahaan untuk mencapai tujuan bersama yang lebih besar.

"Keberlanjutan pabrik gula sangat tergantung dari pasokan bahan baku tebu, sehingga kinerja kebun tebu mempengaruhi kinerja PG.Dengan dikelolanya on farm oleh SGN, maka kita dapat mengoptimalkan lahan tersebut untuk meningkatkan produktivitas gula," ungkap Mahmudi.

Baca juga : Dua Anak Usaha Pertamina Sinergi Garap Bisnis Karbon

Adapun, KSO pengelolaan kebun tebu PTPN I oleh SGN dilakukan untuk memaksimalkan value capture di setiap rantai nilai. Dengan begitu, pengelolaan bisnis gula akan dilakukan secara terintegrasi oleh SGN.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense