Dark/Light Mode

Bertemu Parlemen Uzbekistan, Ibas Harapkan Peningkatan Kerja Sama

Minggu, 15 September 2024 20:43 WIB
Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas (tengah). (Foto: Istimewa)
Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas (tengah). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Grup Kerja Sama Bilateral Indonesia (GKSB) dari DPR melakukan kunjungan kerja ke Uzbekistan untuk bertemu dengan Oliy Majlis, Parlemen Uzbekistan, di Tashkent, Uzbekistan, 11-14 September 2024.

GKSB Indonesia-Uzbekistan diketuai oleh Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dari Fraksi Partai Demokrat. GKSB Indonesia-Uzbekistan melakukan pertemuan bilateral dengan Head of Friendship Group Uzbekistan-Indonesia yang diketuai Erkin Salikhov.

Dalam pertemuan ini, Ibas menyampaikan terima kasih karena diberikan kesempatan melakukan pertemuan bilateral di Uzbekistan. Padahal, Parlemen Uzbekistan sedang sibuk-sibuknya karena akan memasuki Pemilu Legislatif, yang tinggal beberapa bulan lagi.

“Saya paham ini mungkin waktu yang sibuk, tapi saya yakin Pemilu akan berjalan dengan lancar dan damai,” kata Ibas, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (15/9/2024).

Ibas menerangkan, Indonesia juga akan memulai bab baru di bawah kepemimpinan Presiden-Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Indonesia berkomitmen untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pemerintahan baru akan memfokuskan pertumbuhan ekonomi berkeadilan sekaligus memastikan seluruh elemen masyarakat mendapatkan manfaat dan menjaga lingkungan, sehat, cerdas, sejahtera untuk generasi masa depan,” ucapnya.

Baca juga : Bertemu Parlemen Uzbekistan, Ibas Berharap Kerja Sama Semakin Intens

Putra bungsu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini berdoa, Pemilu Uzbekistan juga akan menghadirkan momen penting untuk membentuk jalan bangsa menuju kesejahteraan yang lebih besar. “Kami berharap, kolaborasi antara negara kita, antar parlemen Indonesia dan Uzbekistan, terus harmonis dan lebih erat menuju tujuan kehidupan bersama tentang kesejahteraan, kesetaraan, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Bagi Indonesia, kata Ibas, Uzbekistan adalah mitra strategis penting. Sebagai bangsa terbanyak penduduknya di Asia Tengah, Uzbekistan memiliki cadangan besar gas alam, minyak bumi, dan batu bara. Letak geografisnya juga sangat strategis, sehingga menjadi pemain kunci dalam membentuk global landscape politik dan ekonomi dunia.

Secara sejarah, terang Ibas menjelaskan, wilayah ini terkenal sebagai jantung jalan sutra ‘Silk Road’. Uzbekistan juga telah berperan penting dalam membina daerah terintegrasi.

Ibas mengakui, kepemimpinan Uzbekistan memulai banyak proyek, yang dimaksudkan untuk mempromosikan konektivitas wilayah dan integrasi melalui trans-regional inisiatif. “Ini menunjukkan posisi Uzbekistan sebagai pemimpin kunci di wilayah, berkontribusi secara signifikan terhadap stabilitas secara keseluruhan dan perkembangan wilayah,” ucapnya.

Di sisi lain, kata Ibas, Indonesia berdiri sebagai negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia dan ekonomi terbesar di ASEAN. Dengan penduduk lebih dari 280 juta, Indonesia menghadirkan pertumbuhan yang luas dan miliki pasar konsumen yang strategis.

Selain itu, lanjut Ibas, Indonesia diproyeksikan menambah lebih dari 75 juta orang ke kelas menengah pada 2030. Dengan kelas menengah 130 juta orang, Indonesia memiliki potensi menjadi pasar yang besar. "Melampaui Rusia dan Jepang pada akhir dekade ini, hanya di belakang China, India, dan Amerika Serikat," sebutnya.

Baca juga : Perluas Areal Padi, Kementan Gerakkan Tanam MT lll di Kabupaten Kebumen

Ibas menambahkan, Indonesia berfungsi sebagai pintu gerbang menuju ASEAN, yang penduduknya berjumlah 680 juta orang. Indonesia bertindak sebagai hub untuk pasar regional dan internasional. 

Tak hanya perdagangan, Ibas juga mengapresiasi peningkatan kerja sama Indonesia-Uzbekistan dari sisi pariwisata, transportasi, pendidikan dan budaya. Ibas senang, kerja sama bilateral kedua negara terus berjalan baik. Dia harap, ke depan, hubungan kerja sama ini bisa terus ditingkatkan melalui konektivitas people to people. Apalagi, Uzbekistan Airways telah terbang 2 kali tiap minggu ke Jakarta dari Tashkent. Hal ini tentu akan semakin mempermudah impor-ekspor kedua negara dalam mendukung pengiriman logistik.

“Termasuk juga akan semakin meningkatnya wisatawan antara dua negara, dan bahkan jika perlu, adanya rute penerbangan langsung Uzbekistan-Bali atau rute daerah wisata lainnya di Indonesia, "ucapnya.

Kemudian, Ibas menekankan pentingnya demokrasi dan kebaikan tata kelola pemerintahan yang transparan. Ibas mendukung sepenuhnya Pemilu Parlemen di Uzbekistan, karena sangat penting untuk mewujudkan demokrasi yang sejati, mempromosikan tata kelola yang baik, dan menegakkan hak asasi manusia (HAM).

Khususnya parlemen, kata Ibas, pihaknya siap berkolaborasi dengan Uzbekistan, untuk memperkuat proses demokrasi dan penguatan struktur tata kelola good governance. “Saya percaya bahwa Uzbekistan dan Indonesia berbagi prinsip demokrasi yang umum, dengan mayoritas penduduk kami Muslim. Kedua bangsa juga sangat menjangkau rasa hormat untuk masyarakat multikultural, mengakui ini sebagai aset sosial yang vital,” katanya.

Karena itu, ia berharap kedua negara dapat meningkatkan kesadaran dan memperkuat upaya, bersama keinginan politik, untuk dialog tentang promosi moderat Islam. Tentunya, kata Ibas, ini akan mendorong toleransi, rasa hormat terhadap kebebasan baik politik maupun sosial dan perlindungan hak budaya.

Baca juga : Bertemu Presiden Vietnam, Prabowo Bahas Pertahanan Dan Bencana Topan Yagi

“Kami percaya demokrasi yang bervariasi dan definisi yang berkembang, memainkan peran penting dalam menjamin kesetaraan, keberagaman, keadilan, kebebasan, partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas kepada masyarakat,” jelas dia.

Selanjutnya, Ibas menyebut, unsur-unsur ini membantu membuat pemerintahan lebih efektif, membina perdamaian, keamanan, dan stabilitas dalam masyarakat, dan buka potensi ekonomi untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi semua. Dengan kata lain, demokrasi adalah landasan fundamental yang progresif, stabil dan demi mewujudkan masyarakat yang damai, mendorong pembangunan yang berkelanjutan, hak asasi manusia, dan keadilan ekonomi bagi semua.

Ibas melanjutkan, tanpa demokrasi, perdamaian, dan stabilitas, pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan tidak dapat berkembang. Pengalaman Indonesia dan negara-negara lain menunjukkan, agar demokrasi berfungsi dan berjalan secara efektif, sistem Pemilu yang demokratis sangatlah penting. “Transparansi dan integritas Pemilu adalah kunci untuk memastikan bahwa pemenang mendapatkan legitimasi dan dukungan dari para pemilih,” ucapnya.

Dalam pertemuan itu, Ibas juga mendorong agar Uzbekistan terus mendukung secara penuh kemerdekaan bangsa Palestina. Kata dia, Indonesia dan Uzbekistan harus terus berkomitmen membantu rakyat Palestina. Memberikan dukungan politik maupun dukungan kemanusiaan.

“Kita harus terus berjuang untuk kebenaran serta keadilan akan hak dan kemanusiaan. Posisi ini tidak akan berubah di masa depan, sampai kita melihat hak-hak bangsa Palestina dipenuhi dan kita melihat kemerdekaan Palestina terwujud," tutupnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Putu Supadma Rudana, Anggota Delegasi GKSB Hinca LP Pandjaitan, I Komang Koheri, Bahtra, Agung Budi Santoso, Dimyati Natakusumah, Hamid Noor Yasin Sturman Panjaitan, Lasmi Indaryani, Irwan, Andi Akmal Pasluddin, Rezka Oktoberia, Hanna Gayatri, Muhamad Arwani Thomafi. Lalu Deputy Speaker Uzbekistan Zukhra Ibragimova, Tojiev Odiljon, Khayrillo Gapporov, Dilorom Fayzieva, Head of International Relation Committee Nuriddin Sultonov, Member Parliament Islom Khushvaktov, Odina Otakhonova.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.