Dark/Light Mode

Ini Alasan Fakultas Teknik UGM Usulkan Dieng Jadi Taman Bumi Nasional

Senin, 9 September 2024 16:36 WIB
Dataran Tinggi Dieng diusulkan menjadi Taman Bumi Nasional. Foto: UGM
Dataran Tinggi Dieng diusulkan menjadi Taman Bumi Nasional. Foto: UGM

RM.id  Rakyat Merdeka - Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT Geo Dipa Energi (GDE) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai Taman Bumi Nasional

Pengusulan ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Selasa (3/9) di GDE Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. 

FGD tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku industri panas bumi, hingga akademisi dan tokoh masyarakat.

Dosen Teknik Geologi UGM sekaligus Pakar Panas Bumi, Dr. Pri Utami, beralasan bahwa Dieng memiliki kekayaan geologi unik yang bisa dipelajari secara langsung oleh para pengunjung. 

Karena di Dieng, pengunjung dapat mempelajari proses hidrotermal yang tidak hanya menyuguhkan pemandangan indah, tetapi juga membentuk sumber energi terbarukan.

Baca juga : Kemenkop UKM Siapkan 5 Fondasi Wujudkan UMKM Jadi Arus Utama Ekonomi Nasional

“Saya kira penting, ilmu geologi mentransformasikan legenda-legenda tentang panas bumi di Dieng menjadi penjelasan ilmiah,"ujarnya kepada wartawan, Senin (9/9).

Menurutnya, hal ini adalah cara untuk menghormati nenek moyang yang sudah lebih dulu mengemas nilai-nilai pelestarian lingkungan di Dieng sebelum teknologi panas bumi berkembang.

Pri Utami menuturkan, mahasiswa Teknik Geologi FT UGM juga melakukan kunjungan lapangan ke Wilayah Kerja panas Bumi Dieng pada Sabtu (7/9) lalu untuk mempelajari kondisi geologi satu-satunya lapangan panas bumi yang telah beroperasi di Jawa Tengah. 

“Mahasiswa juga melihat peluang efisiensi pemanfaatan energi panas bumi, dan perlunya pembenahan tata guna lahan di area panas bumi yang juga telah menjadi tujuan wisata dan perkebunan tanaman pangan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, menekankan bahwa kolaborasi multi-pihak sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian energi dan perekonomian lokal berbasis lingkungan. 

Baca juga : Menteri Teten Minta UMKM Fokus Jadi Bagian Industrialisasi

“Melalui panas bumi, kita bisa mendorong pariwisata dan pertanian yang berwawasan lingkungan,” jelasnya.

General Manager PT GDE Unit Dieng, Herdian Ardi Febrianto, juga menyatakan bahwa energi panas bumi yang sudah dimanfaatkan untuk listrik menjadi nilai tambah tersendiri bagi elemen geopark. 

“Ini menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami pentingnya energi bersih dan terbarukan,” kata Herdian.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis menegaskan bahwa kolaborasi multi-pihak menjadi sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang diperlukan dalam mewujudkan kemandirian energi serta aktivitas perekonomian lokal yang berwawasan lingkungan, misalnya melalui pariwisata dan pertanian berbasis panas bumi.

General Manager PT GDE Unit Dieng Herdian Ardi Febrianto menyampaikan bahwa keberadaan energi panas bumi yang telah dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik merupakan suatu keunggulan tersendiri dalam elemen geopark karena menjadi sarana pembelajaran yang membuka wawasan akan pelestarian lingkungan melalui penggunaan energi bersih dan terbarukan.

Baca juga : Bakti Masyarakat, Fakultas Kedokteran Presuniv Gelar Health Takk Hingga Lomba Bayi Sehat

Menurutnya kolaborasi antar bidang keilmuan dalam menjalankan sebuah industri panas bumi. Adanya kehadiran teknologi kecerdasan buatan, generasi muda tetap harus mampu menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan, sebab dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk panas bumi, manusia dengan hati nuraninyalah yang akan menimbang dan menentukan tindakan yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan. 

“Kita mengajak mahasiswa Teknik Geologi UGM untuk turut meneliti area-area panas bumi di Dieng yang belum semuanya dikembangkan,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.