RM.id Rakyat Merdeka - Proyek Pipa Gas Transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II dimulai. Dengan adanya proyek tersebut, harga gas bumi untuk industri dan rumah tangga akan semakin terjangkau.
Hal itu dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat meresmikan pipa gas Cisem ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur sepanjang 245 kilometer (km). Proyek itu secara langsung dapat mendorong pemanfaatan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga.
Proyek yang ditargetkan rampung pada kuartal I-2026 ini tidak sekadar proyek infrastruktur. Namun akan menjadi katalisator untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Bahlil bilang, pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek Cisem Tahap II mencapai 100 persen.
Baca juga : Jakarta Siapin Perahu Dan Tenda Pengungsian
“Semua pipanya dari dalam negeri, jangan pakai luar negeri kalau di dalam negeri ada. Kita berikan applause kepada pengusahanya karena pipanya semua TKDN 100 persen,” kata Bahlil di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, seperti dikutip Selasa (1/10/2024).
Proyek senilai Rp 2,7 triliun yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu memang sudah disepakati akan menggunakan komponen lokal minimum 60 persen. Dengan harapan akan memberikan manfaat dan nilai tambah bagi pertumbuhan industri dalam negeri.
Dengan mengutamakan produk dan komponen yang diproduksi di dalam negeri, proyek ini membuka peluang bagi pelaku industri untuk berkontribusi secara langsung.
Menurut Bahlil, hal ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga merangsang inovasi dalam pengembangan produk berkualitas. Termasuk mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor.
Baca juga : Tatap Musim NBA 2024-2025, King James Tetap Menyala
“Selain memberikan dampak ekonomi langsung, proyek Cisem Tahap II juga berimplikasi jangka panjang bagi ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Selain itu, upaya tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah untuk menghubungkan jaringan transmisi pipa gas bumi dari Jawa Timur hingga Sumatera. Ke depannya juga akan dibangun jaringan pipa gas bumi Dumai-Sei Mangkei (Dusem) di Sumatera.
Adapun penerima manfaat dari pembangunan proyek Cisem II adalah Kilang Balongan, berbagai industri di wilayah Jawa Barat, jargas rumah tangga serta tambahan kebutuhan dari Pupuk Kujang.
Ketua Umum Partai Golkar ini juga memastikan, keberadaan proyek Cisem Tahap II akan melengkapi Cisem Tahap I dengan panjang 60 kilometer yang telah selesai dibangun pada tahun 2023 dan sudah beroperasi untuk memasok kebutuhan gas bumi di Kawasan Industri Kendal per 17 November 2023, serta Kawasan Industri Batang per 27 Juli 2024.
Baca juga : Liverpool Vs Bologna, Keangkeran Anfield Diuji
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menambahkan, proyek tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 dan perubahan terbaru Perpres Nomor 109 Tahun 2020.
Tujuannya untuk mendukungn penguatan infrastruktur energi nasional yang berkelanjutan, serta menciptakan efisiensi dalam distribusi gas bumi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dadan menjelaskan, proyek Cisem akan menjadi infrastruktur penting bagi para pelaku usaha kecil dan menengah serta industri yang besar yang berada di sepanjang jalur pipa gas Cisem. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 2 Oktober 2024 dengan judul "Proyek Pipa Gas Cisem Tahap II Dimulai, Harga Gas Industri Dan Rumah Tangga Semakin Terjangkau"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.