Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Musim Hujan Datang Lebih Cepat
Jakarta Siapin Perahu Dan Tenda Pengungsian
Rabu, 2 Oktober 2024 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Jakarta akan datang lebih cepat. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan longsor, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyiapkan peralatan untuk menanggulanginya.
BMKG meramal musim hujan terjadi pada Oktober-November. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat dapat memitigasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan longsor. Yakni, dengan cara terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim BMKG yang disampaikan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial hingga media massa.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap potensi terjadinya bencana selama musim hujan,” ujar Dwikorita dalam keterangannya, Jumat (27/9/2024).
Baca juga : Tatap Musim NBA 2024-2025, King James Tetap Menyala
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan, musim hujan akan datang lebih awal antara lain dipicu oleh kondisi suhu muka laut Indonesia yang saat ini terpantau cukup hangat.
“Untuk puncak musim hujan di Jakarta, akan terjadi pada Februari 2025,” kata Ardhasena.
Jakarta dalam beberapa waktu terakhir sempat diguyur hujan. Namun, menurut dia, hal tersebut tidak bisa disimpulkan saat ini sudah memasuki musim hujan di Jakarta.
Baca juga : Liverpool Vs Bologna, Keangkeran Anfield Diuji
“Kondisi curah hujan selama musim hujan di Jakarta akan bersifat normal hingga atas normal. Hujan belakangan ini tidak mengindikasikan sudah musim hujan,” imbuhnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan sejumlah perangkat daerah terkait lainnya telah melakukan upaya antisipasi dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan sebagainya.
Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan, saat ini pihaknya juga telah melakukan pengecekan sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan bencana di tingkat kelurahan. “BPBD DKI juga telah mendistribusikan tenda, velbed, perahu, dayung, pelampung dan lain-lain ke kantor kelurahan,” jelasnya.
Baca juga : Kemlu-KBRI Beirut Siap Evakuasi WNI
Pihaknya akan selalu memberikan informasi terkini mengenai pantauan Tinggi Muka Air (TMA), prakiraan cuaca, peringatan dini cuaca ekstrem dan peringatan dini tinggi gelombang melalui laman bpbd.jakarta.go.id dan media sosial.
BPBD DKI Jakarta juga memiliki posko antisipasi bencana di tingkat provinsi yang beroperasi 24 jam. Posko ini memonitor posko siaga bencana di seluruh wilayah Kota/Kabupaten Administrasi yang ada di Jakarta.
BPBD DKI Jakarta memiliki 267 petugas penanggulangan bencana/TRC. Petugas ini bersinergi dengan lebih dari 4.226 personel pasukan biru milik Dinas SDA dan ribuan personel Dinas Gulkarmat, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Bina Marga.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya