Dark/Light Mode

Musim Hujan Datang Lebih Cepat

Jakarta Siapin Perahu Dan Tenda Pengungsian

Rabu, 2 Oktober 2024 06:50 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Kar­nawati. (Foto: Dok.BMKG)
Kepala BMKG Dwikorita Kar­nawati. (Foto: Dok.BMKG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Jakarta akan datang lebih cepat. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan longsor, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyiapkan peralatan untuk menanggulanginya.

BMKG meramal musim hujan terjadi pada Oktober-November. Kepala BMKG Dwikorita Kar­nawati mengimbau masyarakat dapat memitigasi potensi ben­cana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan long­sor. Yakni, dengan cara terus mengikuti perkembangan in­formasi cuaca dan iklim BMKG yang disampaikan melalui ber­bagai kanal, mulai dari media sosial hingga media massa.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap potensi ter­jadinya bencana selama musim hujan,” ujar Dwikorita dalam keterangannya, Jumat (27/9/2024).

Baca juga : Tatap Musim NBA 2024-2025, King James Tetap Menyala

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan, musim hujan akan datang lebih awal antara lain dipicu oleh kondisi suhu muka laut Indonesia yang saat ini terpantau cukup hangat.

“Untuk puncak musim hujan di Jakarta, akan terjadi pada Februari 2025,” kata Ardhasena.

Jakarta dalam beberapa waktu terakhir sempat diguyur hujan. Namun, menurut dia, hal terse­but tidak bisa disimpulkan saat ini sudah memasuki musim hujan di Jakarta.

Baca juga : Liverpool Vs Bologna, Keangkeran Anfield Diuji

“Kondisi curah hujan selama musim hujan di Jakarta akan bersifat normal hingga atas normal. Hujan belakangan ini tidak mengindikasikan sudah musim hujan,” imbuhnya.

Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan sejumlah perangkat daerah terkait lainnya telah melakukan upaya antisipasi dalam meng­hadapi ancaman bencana hidro­meteorologi seperti banjir, angin kencang dan sebagainya.

Kapusdatin BPBD DKI Ja­karta, Mohamad Yohan mengatakan, saat ini pihaknya juga telah melakukan pengecekan sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan bencana di tingkat kelurahan. “BPBD DKI juga telah mendistribusikan tenda, velbed, perahu, dayung, pelampung dan lain-lain ke kan­tor kelurahan,” jelasnya.

Baca juga : Kemlu-KBRI Beirut Siap Evakuasi WNI

Pihaknya akan selalu mem­berikan informasi terkini men­genai pantauan Tinggi Muka Air (TMA), prakiraan cuaca, peringatan dini cuaca ekstrem dan peringatan dini tinggi gelom­bang melalui laman bpbd.jakarta.go.id dan media sosial.

BPBD DKI Jakarta juga memi­liki posko antisipasi bencana di tingkat provinsi yang beroperasi 24 jam. Posko ini memonitor posko siaga bencana di seluruh wilayah Kota/Kabupaten Administrasi yang ada di Jakarta.

BPBD DKI Jakarta memiliki 267 petugas penanggulangan ben­cana/TRC. Petugas ini bersinergi dengan lebih dari 4.226 personel pasukan biru milik Dinas SDA dan ribuan personel Dinas Gulkar­mat, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Bina Marga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.