BREAKING NEWS
 

Dorong Daya Saing Keuangan Syariah

OJK Gelar Pertemuan Tahunan Dewan Pengawas Syariah 2024

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 11 Oktober 2024 20:53 WIB
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara (Foto: dok. OJK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah, dengan meningkatkan daya saing keuangan syariah melalui berbagai regulasi dan program inisiatif yang telah dan akan diterbitkan.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada Pertemuan Tahunan (Ijtima’ Sanawi) Dewan Pengawas Syariah Tahun 2024 di Jakarta, Jumat (11/10/2024).

 

Pertemuan Dewan Pengawas Syariah Tahun 2024 di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Foto: dok. OJK)


Dalam upaya menindaklanjuti amanat UU P2SK dalam penguatan keuangan syariah, OJK telah menerbitkan beberapa ketentuan. Antara lain sembilan Peraturan OJK (POJK) di perbankan syariah, tujuh Surat Edaran OJK (SEOJK) perbankan syariah, satu POJK pasar modal syariah, satu POJK tentang Produk Asuransi dan Saluran Pemasaran Produk Asuransi serta satu POJK Industri Penjaminan Syariah.

"Dengan penerbitan regulasi yang dimaksud, Dewan Pengawas Syariah diharapkan dapat mengoptimalkan perannya. Antara lain dalam peningkatan tata kelola industri jasa keuangan syariah, serta penguatan peran keuangan syariah yang berdaya saing tinggi," kata Mirza.

Baca juga : TBIG Gelar Pelatihan Dan Penyerapan Tenaga Kerja Bagi 1.000 Siswa SMK

Tahun ini, lanjutnya, OJK sedang menggagas pembentukan Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) yang ditujukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi proses pengambilan keputusan dalam pengembangan dan penguatan keuangan syariah, meningkatkan percepatan penyusunan peraturan yang mengatur kegiatan usaha atau produk dan jasa syariah, dan mendukung integrasi kebijakan OJK dalam pengembangan dan penguatan keuangan syariah.

Dalam mengembangkan sektor jasa keuangan syariah, OJK memegang beberapa prinsip. Antara lain menciptakan level of playing field yang sama bagi keuangan syariah, memberikan penegasan dan kepastian hukum, serta meningkatkan comparative advantage dengan menonjolkan keunikan keuangan syariah.

Dalam catatan OJK, industri keuangan syariah telah menorehkan kinerja yang cukup baik dengan total aset sebesar Rp 2.742,28 triliun per Agustus 2024.

Adsense

Total aset untuk sektor perbankan syariah mencapai Rp 902,39 triliun, sektor industri keuangan non-bank syariah sebesar Rp 163,47 triliun, dan sektor pasar modal syariah sebesar Rp 1.676,42 triliun.

Capaian tersebut meningkat sebesar 12,91 persen (yoy) dari tahun sebelumnya. Perkembangan yang positif ini menunjukkan bahwa sektor keuangan syariah memiliki peran penting, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Edukasi Keuangan Syariah 

Baca juga : Ditahan Villa, Bos MU Gelar Pertemuan Bahas Nasib Erik ten Hag

Dalam acara yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah diperlukan kegiatan edukasi keuangan syariah yang masif kepada masyarakat.

"Kita perlu melakukan edukasi dan memperluas inklusi keuangan syariah. Sehingga, terjadi financial well-being serta memasyarakatkan ekonomi dan keuangan syariah," tegas Friderica.

Menurutnya, untuk mendorong industri keuangan syariah, OJK sudah membentuk kelompok kerja literasi dan inklusi keuangan syariah (LIKS), untuk meramu program pengembangan kegiatan edukasi keuangan syariah ke depan.

"Kita akan terus meramu program untuk meningkatkan literasi inklusi keuangan, agar literasi dan inklusi keuangan syariah Indonesia dapat terus meningkat," ujar Friderica.

Sementara Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia H. Amirsyah Tambunan menuturkan, aktivitas perkembangan ekonomi dan keuangan syariah yang telah berjalan selama ini merupakan modal sosial yang sangat baik bagi bangsa Indonesia. Demi masa depan yang lebih baik dan prospektif.

Baca juga : Kementerian Investasi/BKPM Gelar Anugerah Layanan Investasi 2024

"Oleh karena itu, kita semua dituntut untuk saling mendukung, saling bergandengan tangan untuk menjaga sustainable perkembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ucap Amirsyah.

Dia berharap, MUI sebagai tenda besar umat Islam dapat menjadi bagian dari kekuatan, dalam melakukan literasi dan edukasi dan sosialisasi bersama komponen lainnya. Sehingga, bisa menjadi bagian literasi yang ingin membuka mata dunia, dalam pengembangan industri keuangan syariah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense