BREAKING NEWS
 

Fokus Layanan Digital, Kinerja Perbankan Hingga Aset CIMB Niaga Terus Meroket

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 25 Oktober 2024 18:59 WIB
Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi dalam acara CIMB Niaga Jurnalisme Inspiratif: Journalist Class & Workshop di CIMB Niaga Learning Center, Gunung Geulis, Jawa Barat, Jumat (25/10/2024). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank CIMB Niaga Tbk atau (CIMB Niaga) terus mencatatkan pengunaan layanan digital perbankan meningkat.

Hingga September 2024, tercatat jumlah nasabah CIMB Niaga mencapai 8 juta orang. Sekitar 90 persennya sudah melakukan transaksi secara digital. Baik melalui OCTO Mobile, OCTO Clicks, hingga OCTO Merchant.

Dengan rincian, sebanyak 3,3 juta pengguna di OCTO Mobile, sebanyak 1,9 juta pengguna di OCTO Clicks, dan sebanyak 5,7 juta pengguna menggunakan layanan Octo Pay.

“Saat ini total nasabah kami mencapai 8 juta orang, 90 persennya telah menggunakan layanan digital. Hanya sisanya saja yang masih datang ke cabang. Dan sekitar 50 persen nasabah ada di consumer banking,” ujar Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi dalam acara CIMB Niaga Jurnalisme Inspiratif: Journalist Class & Workshop di CIMB Niaga Learning Center, Gunung Geulis, Jawa Barat, Jumat (25/10/2024).

Tak hanya itu, Noviady bersyukur, hingga Agustus 2024, CIMB Niaga menjadi bank swasta terbesar yang dari sisi tabungan juga terus tumbuh di atas industri.

“Kalau dihitung dari empat bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tabungan rata-rata tumbuh 2,7 persen. Sementara CIMB Niaga tumbun sekitar 4,4 persen,” ungkapnya.

Baca juga : Sidang Kabinet Paripurna Perdana, Anggota Kabinet Berbatik Ria

Noviady menambahkan, dalam mendongkrak pertumbuhan layanan digital CIMB Niaga tidaklah mudah. Banyak sekali tantangannya, salah satunya bagaimana melek investasi bagi masyarakat.

Meski begitu, CIMB Niaga mencatat di produksi investasi, sebanyak 6 dari 10 transaksi pembelian masih dilakukan melalui aplikasi Octo Mobile.

“Sehingga kami yakin, tren digitalisasi terus meningkat di sektor perbankan,” ucapnya.

Ke depan sambung Noviady, CIMB Niaga terus mengoptimalkan pertumbuhan dananya.

Adsense

“Akhirnya, kami bisa berhasil menanamkan pertumbuhan lebih baik dari industri di mana CASA ratio kami di level 67 persen atau mendekati 70 persen,” ujarnya.

CIMB Niaga juga meraih kenaikan aset sebesar Rp 347 triliun, total pinjaman mencapai Rp 217 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 250 triliun per Agustus 2024.

Baca juga : Bertemu Utusan Rusia, Sultan Bahas Kerja Sama Pertahanan Hingga Pertanian

DPK Ritel mencapai sebesar Rp 116,3 triliun atau sekitar 45 persen, sedangkan non-ritel mencapai Rp 139,9 triliun.

Dari sisi pinjaman mencapai Rp 74 triliun atau 34 persen untuk ritel dan pinjaman yang non-ritel mencapai Rp 144,6 triliun atau 66 persen.

Bakal Launching PayLater

Tak hanya itu, salah satu strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis perbankan ke depan di Tanah Air, CIMB Niaga bakal meluncurkan layanan Paylater di aplikasi OCTO Mobile tahun depan.

“Nanti di pertengahan tahun 2025, kami akan berubah menjadi Octo Flexy karena bisa langsung menggunakan transkasi QR (Quick Response),” ungkap Personal Financing Business Head CIMB Niaga Dendi Permana.

Dendi mengklaim, layanan paylater CIMB Niaga akan berbeda dengan produk yang lainnya. Tidak hanya dipergunakan untuk transaksi semata tetapi juga memiliki fitur transfer ke rekening bank.

“Jika sewaktu-waktu butuh dana bisa dicairkan transfer limitnya ke rekening,” ujar Dendi.

Baca juga : Fokus Lapangan Kerja, Kalangan Perempuan & Milenial Dukung Cawalkot Bogor Rena

Menurut Dendi, layanan paylater yang diluncurkan CIMB Niaga merupakan produk kombinasi antara paylater dan Kredit Tanpa Agunan (KTA), yang tahun ini KTA juga diharapkan tumbuh hingga 26 persen.

“Dengan paylater ini, nasabah setelah transaksi pembayaran tagihan bisa sangat fleksibel. Mau pas gajian atau dicicil sampai dengan 12 bulan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Sementara itu, Noviady menjelaskan, target peluncuran layanan paylater tersebut, didorong oleh tingginya kebutuhan generasi muda dalam mencari kemudahan akses digital dalam satu aplikasi.

“Tak hanya tabungan, kartu kredit, e-money maupun paylater itu tergabung dalam satu aplikasi. Diharapkan hal ini memudahkan nasabah supaya tidak lupa membayar tagihan secara auto debet,” ujar Noviady.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense