BREAKING NEWS
 

Laba BSI Melonjak 21,6 Persen Di Triwulan III-2024

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 29 Oktober 2024 18:38 WIB
Dirut BSI Hery Gunardi saat paparan kinerja triwulan III-2024 secara virtual, Selasa (29/10/2024). (Foto tangkapan layar (Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang triwulan III-2024, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI meraih kinerja keuangan di atas rata-rata pertumbuhan industri. Termasuk dengan mengantongi pertumbuhan laba sebesar 21,6 persen menjadi Rp 5,11 triliun.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, hampir semua indikator kinerja keuangan lainnya seperti aset, pembiayaan dan dana pihak ketiga tercatat tumbuh double digit.

“Pertumbuhan laba yang sustain antara lain buah dari penerapan strategi bisnis yang tepat,” kata Hery dalam paparan kinerja triwulan III-2024 secara virtual, Selasa (29/10/2024).

Ia menekankan, BSI tetap fokus pada pembiayaan yang sehat dan sustain yakni di segmen konsumer dan ritel dengan komposisi 72,17 persen, serta funding fokus pada pertumbuhan dana murah (CASA) dengan komposisi 61,69 persen dari total DPK.

Selain itu, BSI mengoptimalkan customer base yang saat ini mencapai 21 juta nasabah.

Hery juga bersyukur sampai saat triwulan III 2024 kinerja BSI terus tumbuh solid, sehat dan sustain.

“Kami tetap tumbuh dobel digit sampai Triwulan III di tengah makro ekonomi yang cukup menantang dengan tingginya reference rate. Namun, BI mulai menurukan suku bunga acuannya,” ujar Hery.

Baca juga : bank bjb Manjakan Penonton di The Papandayan Jazz Fest 2024

Ia memastikan, BSI terus menumbuhkan segmen- bisnis yang potensial dengan kualitas terjaga sembari terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah terutama dari sisi digital.

Di tengah ketatnya kompetisi likuiditas bank, BSI menumbuhkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 14,92 persen menjadi Rp 301,22 triliun. Komposisi DPK didominasi produk tabungan yang pada periode yang sama tumbuh 13,40 persen yoy menjadi Rp 130,18 triliun, dengan rasio dana murah (CASA) berada pada posisi 61,69 persen.

Kenaikan tabungan sejalan dengan peningkatan customer base yang sejak merger rata-rata bertambah 2,5 juta nasabah pertahun.

Untuk meningkatkan layanan, BSI terus memperbaiki layanan termasuk mempersiapkan SuperApps yang segera di-launching, selain menambah jumlah ATM, EDC, layanan QRIS, serta akses BSI Agen.

DPK dari Tabungan Bisnis BSI sendiri per September 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 34,83 persen.

Adsense

Tabungan Bisnis BSI merupakan produk perbankan yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan finansial bisnis, baik itu usaha mikro, kecil, maupun menengah.

Untuk Tabungan Wadiah juga tumbuh 19,04 persen, BSI juga menawarkan nasabah produk yang khas syariah seperti Tabungan Haji BSI. Tabungan Haji melonjak hingga 16,47 persen dengan penetrasi sebanyak 5,39 juta rekening.

Baca juga : Laba Bersih GMF Aero Asia Melonjak 548,9 Persen

“Jumlah ini terus meningkat seiring dengan posisi BSI sebagai market leader tabungan haji di Indonesia,” jelasnya.

Hery mengatakan, dengan struktur pendanaan yang baik, BSI dapat menawarkan pembiayaan kepada nasabah dengan kualitas terjaga.

Tercatat total pembiayaan BSI mencapai Rp 267,06 triliun tumbuh 15,28 persen, tumbuh diatas rata-rata industri yakni 11,30 persen per Agustus 2024.

Semua segmen tumbuh positif double digit di mana segmen Wholesale tumbuh 12,17 persen, Retail sebesar 17,30 persen dan Consumer tumbuh 16,27 persen.

Pertumbuhan pembiayaan yang positif diiringi dengan kualitas yang sehat dengan NPF Gross sebesar 1,97 persen.

Hery menambahkan dari disiplin pada fokus bisnis meningkatkan Pendapatan Margin Bagi Hasil bank sebesar Rp 18,41 triliun tumbuh 11,98 persen yoy.

Dari sisi Fee Based Income (FBI) juga tumbuh 30,14 persen yoy menjadi Rp 3,94 triliun, menjadikan PPOP BSI sebesar Rp 8,52 triliun tumbuh 7,61 persen

Baca juga : BNI Kantongi Laba Rp 16,3 Triliun Di Kuartal III-2024

Dengan kualitas terjaga ditandai dengan menurunnya NPF gross ke level 1,97 persen dan cost of credit ke level 0,97 persen.

“Aset BSI per posisi September 2024 mencapai Rp 371 triliun tumbuh 15,91 persen yoy dengan Return of Equity (ROE) berada pada posisi 17,59 persen,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, dari beberapa produk pembiayaan BSI terdapat Produk Cicil Emas yang pertumbuhannya meningkat 143,41 persen dan memiliki NPF sebesar 0,00 persen.

Produk ini merupakan unique product BSI yang memiliki potensi untuk tumbuh lebih besar lagi seiring dengan meningkatnya tren investasi emas.

“Pembiayaan cicil emas BSI naik 5-6 kali lipat sejak merger yang dipicu peningkatan harga emas secara signifikan,” pungkas Anton.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense