BREAKING NEWS
 

Pagi Ini, Rupiah Menguat 0,16 Persen

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 30 Oktober 2024 09:56 WIB
Petugas sebuah money changer di Jakarta tampak sedang memperlihatkan mata uang rupiah dan dolar AS. (Foto: Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini, Rabu (30/10/2024) dibuka menguat 0,16 persen ke level Rp 15.746 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 15.771 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia bergerak variasi terhadap dolar AS. Dolar Taiwan naik 0,1 persen, won Korea Selatan menguat 0,08 persen, yen Jepang naik 0,07 persen.

Disusul, peso Filipina melesat 0,06 persen, baht Thailand naik 0,03 persen, dolar Hong Kong menguat tipis 0,02 persen, dan ringgit Malaysia anjlok 0,05 persen.

Baca juga : Laba Bersih GMF Aero Asia Melonjak 548,9 Persen

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,04 persen ke level 104,09.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,16 persen ke level Rp 17.014, terhadap poundsterling Inggris naik 0,20 persen ke level Rp 20.457, dan terhadap dolar Australia menguat 0,12 persen ke level Rp 10.325.

Adsense

Analis pasar keuangan dan komoditas Ariston Tjendra mengatakan, satu faktor penguatan rupiah terhadap dolar AS pagi ini ialah pasar tenaga kerja AS yang melemah di bulan September 2024.

Baca juga : Senin Pagi, Rupiah Melorot Ke Posisi Rp 15.712

Hal itu dibuktikan dengan menurunnya jumlah lowongan kerja yang tersedia bagi pencari kerja di Negeri Paman Sam itu.

“Semalam data lowongan pekerjaan AS bulan September menunjukan jumlah lowongan yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, 7,4 juta versus 7,8 juta,” jelas Ariston, Rabu (30/10/2024).

Namun, tensi geopolitik di Timur Tengah yang belum padam bisa menahan pelemahan dolar AS terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca juga : Pagi Ini, Rupiah Masih Melemah Ke Rp 15.625

“Sentimen-sentimen yang masih bisa mendorong penguatan dolar AS lagi seperti potensi perang di Timur Tengah dan potensi kemenangan Trump dalam pemilu presiden AS pekan depan,” katanya.

Ariston memproyeksi, nilai tukar rupiah berpotensi penguatan rupiah ke arah Rp 15.700- Rp 15.730 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 15.800 per dolar AS.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense