Dark/Light Mode

Rupiah Menguat, BI Optimalkan Stabilitas Ekonomi

Jumat, 11 Oktober 2024 18:24 WIB
Bank Indonesia. (Foto: Ist)
Bank Indonesia. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) melaporkan perkembangan terbaru terkait stabilitas nilai tukar rupiah dan indikator perekonomian domestik serta global selama periode 7-11 Oktober 2024. Di tengah dinamika ekonomi global, Bank Indonesia tetap fokus menjaga ketahanan ekonomi nasional melalui strategi bauran kebijakan yang tepat.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 10 Oktober 2024, Rupiah berada pada level Rp15.660 per dolar AS, tapi menguat di pembukaan Jumat pagi, 11 Oktober 2024, menjadi Rp 15.640 per dolar AS. Perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian domestik di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY) yang mencapai level 102,99.

Selain itu, yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun juga mengalami fluktuasi, dengan kenaikan ke 6,67 persen pada 10 Oktober 2024 dan turun tipis menjadi 6,65 persen pada pembukaan perdagangan pagi hari berikutnya.

Baca juga : Mencari Menteri, Bukan Kepala Ikan

Berdasarkan data transaksi 7-10 Oktober 2024, terdapat aktivitas jual beli dari nonresiden. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan, nonresiden mencatatkan jual neto sebesar Rp 2,84 triliun, dengan rincian jual neto di pasar saham sebesar Rp 4,47 triliun, beli neto di pasar SBN sebesar Rp 4,37 triliun, dan jual neto di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 2,73 triliun.

“Meski terjadi jual neto di pasar saham dan SRBI, aktivitas beli neto di pasar SBN menjadi indikator kuat kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan negara,” ujar Ramdan.

Baca juga : Rupiah Menguat Ke Posisi Rp 15.630

Secara kumulatif, selama 2024 hingga 10 Oktober, nonresiden mencatat beli neto sebesar Rp 46,68 triliun di pasar saham, Rp41,19 triliun di pasar SBN, dan Rp 193,51 triliun di SRBI. Pada semester kedua 2024 saja, nonresiden mencatatkan beli neto yang signifikan, dengan rincian Rp 46,33 triliun di pasar saham, Rp 75,15 triliun di pasar SBN, dan Rp 63,16 triliun di SRBI.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait guna menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ramdan menekankan, BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan demi mendukung stabilitas nilai tukar dan ekonomi secara keseluruhan.

“Langkah-langkah yang diambil BI bersama pemerintah menunjukkan bahwa perekonomian kita masih memiliki daya tahan yang baik di tengah tantangan global. Kami akan terus berupaya memastikan stabilitas makroekonomi Indonesia,” pungkas Ramdan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.