BREAKING NEWS
 

Pengembangan Jargas Bisa Kurangi Beban Subsidi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 1 November 2024 16:01 WIB
Diskusi pembangunan Jargas. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PGN Tbk, sebagai Subholding Gas Pertamina, terus berperan aktif dalam mendukung pengurangan subsidi dan impor energi melalui program jaringan gas (jargas) rumah tangga yang masif. Inisiatif ini sejalan dengan target swasembada energi nasional, dengan mengoptimalkan penggunaan energi dari sumber daya domestik.

Pemerintah menilai pembangunan jargas rumah tangga dapat mengurangi subsidi energi sekaligus menurunkan ketergantungan pada impor. Dampak lainnya, yakni peningkatan ekonomi masyarakat serta penciptaan lapangan kerja selama pembangunan jargas berlangsung.

Jargas dapat membantu menurunkan impor yang selama ini membebani,” ujar Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Laode Sulaeman, dalam acara Investortrust FGD Gotong Royong Membangun Jargas di Jakarta, belum lama ini.

Baca juga : Pertamina Kembangkan Empat Terobosan Swasembada Energi

Di acara yang sama, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah I di Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Gunawan Eko Movianto menyampaikan, dukungan Kemendagri untuk menjembatani kepentingan pemerintah daerah dengan pengembangan jargas.

Adsense

“Kemendagri mendukung pembangunan jargas untuk swasembada energi, dengan memanfaatkan kekayaan alam domestik bersama seluruh stakeholder secara bertanggung jawab,” katanya.

PGN mengapresiasi dukungan berbagai stakeholder, yang diharapkan akan mempercepat pengembangan jargas. Dengan adanya jargas, PGN berhasil mengurangi impor LPG hingga 84.000 ton per tahun, dengan estimasi penghematan subsidi mencapai Rp 468 miliar per tahun per 1 juta sambungan rumah tangga. Angka ini akan terus bertambah seiring percepatan pembangunan jargas.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Pekerja Konstruksi di IKN

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari menyatakan, diperlukan penyelarasan bauran energi di wilayah jargas dan bahan bakar substitusi, khususnya LPG bersubsidi, untuk mengoptimalkan program jargas serta meningkatkan minat pelanggan.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro menambahkan, jargas merupakan solusi strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional. “Demi kepentingan nasional, komitmen untuk lingkungan bersih dan penghematan devisa, jargas adalah solusinya,” ujarnya.

Sementara, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio juga menekankan urgensi pembangunan jargas. “Sekarang atau tidak sama sekali (bangun jargas),” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense