Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Kembangkan Empat Terobosan Swasembada Energi
Kamis, 31 Oktober 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) tengah melakukan pengembangan empat terobosan dalam bisnis rendah karbon. Langkah ini diyakini akan mendukung Pemerintah mencapai swasembada energi yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto, tercapai dalam 4-5 tahun mendatang.
Target swasembada energi disampaikan Presiden Prabowo dalam beberapa kesempatan, baik saat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, pengumuman Menteri Kabinet Merah Putih, serta Sidang Paripurna Kabinet.
Swasembada energi merupakan salah satu dari 17 program prioritas Presiden Prabowo dalam kepemimpinannya di bawah visi Asta Cita.
Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, dalam mendukung target swasembada energi, pihaknya terus berkomitmen menjaga ketahanan energi dengan mempertahankan dan meningkatkan bisnis existing.
“Termasuk meningkatkan bisnis rendah karbon yang lebih ramah lingkungan,” ujar Fadjar di Jakarta, Kamis (24/10/2024).
Perseroan tengah mengembangkan empat terobosan dalam bisnis rendah karbon, yakni pengembangan biofuel, petrochemical, geothermal dan Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS).
Baca juga : Ini Cara Genjot Produksi Minyak Dan Tekan Emisi
Ia menegaskan, terobosan tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung tercapainya target Net Zero Emission (NZE) Pemerintah tahun 2060, atau bahkan kalau bisa lebih cepat.
“Terobosan ini akan memperkuat swasembada energi, sekaligus memberikan dampak dalam penurunan emisi karbon, diversifikasi portofolio bisnis yang akan membuka peluang bisnis baru di masa depan,” bebernya.
Fadjar mencontohkan, keberhasilan perseroan dalam mengembangkan energi biofuel sebagai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dengan campuran bahan nabati.
“Pertamina telah berhasil memproduksi dan memanfaatkan biodiesel B35,” katanya.
Selain B35, pihaknya juga mengembangkan Pertamax Green dan Sustainable Aviation Fuel (SAF) bahan bakar pesawat terbang, dengan campuran bahan nabati.
Ia menilai, biofuel yang telah dijalankan perseroan berdampak pada pengurangan emisi. Sehingga memiliki nilai tambah positif bagi masyarakat.
Baca juga : DKI Siap Perkuat Sinergi Dengan Daerah Tetangga
“Pada 2023, penerapan B35 mampu menurunkan emisi CO2 (Karbondioksida) hingga 32,7 juta ton,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikannya, dalam pengembangan Geothermal, pihaknya juga tengah mengelola 15 Wilayah Kerja Panas bumi (WKP), dengan kapasitas terpasang 672 MegaWatt (MW), yang akan dinaikkan menjadi 1 gigawatt (GW) dalam dua sampai tiga tahun ke depan.
“Kami memiliki potensi cadangan panas bumi yang siap dikembangkan,” akunya.
Tak hanya itu, dalam pengembangan Petrochemical, perseroan juga menargetkan produksi sebesar 3,2 juta ton pada 2025, dari saat ini sebesar 1,9 juta ton per tahun.
Ia mengakui, untuk pengembangan bisnis tersebut, perseroan terbuka untuk menjalin kemitraan dengan berbagai institusi dari dalam dan luar negeri.
Sementara dari bisnis hulu migas, sambung dia, Pertamina juga akan berkontribusi pada pengurangan emisi melalui pengembangan CCS/CCUS.
Baca juga : AS Roma Vs Torino, Awas, Gigitan Sang Serigala
Menurutnya, pengembangan CCS/CCUS secara akumulatif berpotensi mengurangi emisi hingga 1,5 juta tahun 2029.
“Untuk proyek pengembangan yang sudah dilakukan, antara lain di Field Sukowati, Field Jatibarang dan Field Ramba,” katanya.
Selain mengembangkan proyek, Pertamina juga melibatkan masyarakat dalam memanfaatkan energi hijau, yang berdampak pada swasembada energi melalui program “Desa Energi Berdikari”.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya