Sebelumnya
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT SHS Adhi Cahyono Nugroho menambahkan, untuk mendorong produksi benih sekaligus memperkuat inklusivitas petani, pada 2023, pihaknya telah menjalin kemitraan dengan 3.000 petani penangkar padi atau benih.
“Kami konsisten untuk terus memperkuat pengembangan benih padi, yang menjadi kebutuhan dasar di hulu rantai pasok pertanian dan pangan,” janjinya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turut mengunjungi Lahan Pertanian Sukamandi PT SHS.
Ia menilai, bila benih padi dibenahi dan semua petani mendapatkan benih unggul, maka berpotensi mendorong kenaikan produksi pertanian sekitar 20 persen.
Karenanya, pembenahan yang perlu dilakukan di antaranya menyiapkan peneliti dan menjaga stabilitas harga benih.
Baca juga : Airlangga: Pemerintah Pantau Pilpres Amrik
“Ini yang akan diperbaiki, pada 2028 Indonesia bisa swasembada pangan,” ucapnya.
Hal ini turut diamini Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi. Menurutnya, adanya pusat pembenihan padi yang berkualitas, merupakan bagian dari ekosistem pangan yang patut diperhatikan.
Sebab, hal ini turut menentukan skala produktivitas saat panen, sehingga target swasembada pangan pun tercapai.
Menurut Arief, dengan luas lahan total hingga 3.200 hektar, maka kalau rata-rata produktivitas bisa 7 sampai 8 ton per hektar, maka dapat membantu meningkatkan produksi nasional sampai 20 persen.
“Maka, impor pun bisa dihindari,” terangnya.
Baca juga : MRT Rute Bekasi-Jakbar Mulai Digarap Tahun 2025
Untuk mengupayakan semua hal secara berkesinambungan dalam merealisasikan swasembada pangan, pihaknya juga memastikan, Perum Bulog menyerap stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), dengan mengutamakan panen dari petani lokal.
“Penyerapan beras dalam negeri yang kami tugaskan ke Bulog, realisasinya sangat baik dan progresnya terus meningkat daripada tahun sebelumnya,” katanya.
Adapun, realisasi pengadaan beras dalam negeri oleh Bulog sampai minggu keempat Oktober, totalnya mencapai 1,084 juta ton.
Ia menegaskan, perolehan ini naik 34,15 persen jika dibandingkan periode yang sama dalam 2 tahun terakhir.
Pada Januari-Oktober 2022 tercatat 808 ribu ton. Sementara pada Januari-Oktober 2023 di 895 ribu ton, sehingga telah terjadi peningkatan penyerapan sebesar 21,03 persen.
Baca juga : Inter Milan Vs Arsenal, Pertarungan Gengsi
“Bulog menjadi standby buyer untuk membantu penyerapan,” pungkas Arief. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Rabu, 6 November 2024 dengan judul "Dukung Target Swasembada Pangan ID Food Fokus Produksi Dan Kembangkan Benih"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.