BREAKING NEWS
 

Dukung Target Swasembada Pangan

ID Food Fokus Produksi Dan Kembangkan Benih

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 6 November 2024 07:05 WIB
ID FOOD melalui PT Sang Hyang Seri mengoptimalkan lahan Sukamandi sebagai pusat pengembangan benih nasional, mendukung target swasembada pangan 2028. (Dok. ID Food)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan meningkatkan produksi dan kualitas benih untuk mencapai target swasembada pangan nasional pada 2028. Upaya tersebut salah satunya dilakukan di lahan pertanian di Sukamandi, Subang, Jawa Barat.

Lahan pertanian itu milik PT Sang Hyang Seri (SHS), anak perusahaan Holding BUMN Pangan ID Food.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Sarah Firdausi berpendapat, para petani seringkali menghadapi ken­dala terkait akses bibit, pupuk, modal dan keterbatasan lahan.

Menurutnya, perlu dilakukan modernisasi pertanian guna mendorong peningkatan produk­tivitas pangan. Dan mendukung pemanfaatan lahan secara op­timal dengan teknologi. Serta memaksimalkan penggunaan input pertanian berkualitas.

“Memang, pengoptimalan la­han yang ada (intensifikasi) lebih urgent dilakukan dibandingkan areal tanam baru,” ujar Sarah kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sarah menekankan, intensi­fikasi perlu dilakukan karena relevan dengan kondisi sektor pertanian Indonesia, yang luas lahan tanamnya terus berkurang.

Baca juga : Airlangga: Pemerintah Pantau Pilpres Amrik

Terutama di tengah melam­batnya hasil per hektar beberapa komoditas utama, seperti padi, kedelai dan bawang dalam be­berapa tahun terakhir ini. Belum lagi masih adanya ketimpangan produktivitas antar daerah.

Contohnya, kata dia, produk­tivitas pertanian padi di Jawa mencapai 5,64 ton per hektar, 23 persen. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan luar Jawa yang hanya 4,58 ton per hektar.

Meskipun luas panen padi di luar Jawa mencakup sekitar 50 persen dari total luas panen padi nasional. Namun kontribusinya terhadap produksi padi nasional hanya sebesar 44 persen.

Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor penentu, seperti akses irigasi, penggunaan pupuk dan penerapan pola tanam jajar legowo, yang mengatur jarak antar benih.

Jajar legowo merupakan sistem tanam padi sawah yang menggunakan pola berselang-seling antara dua atau lebih baris tanaman padi dengan satu baris kosong. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan populasi tanaman dan mengendalikan hama.

“Produktivitas pangan dapat dilakukan melalui peningkatan efisiensi lahan, termasuk yang dikelola BUMN sektor pangan ini,” imbuhnya.

Baca juga : MRT Rute Bekasi-Jakbar Mulai Digarap Tahun 2025

Selain itu, upaya lain pun dapat dilakukan, seperti peningkatan kapasitas petani, revitalisasi alat pertanian, serta pabrik-pabrik tua.

Terpisah, Direktur Utama ID Food Sis Apik Wijayanto menjelaskan, PT SHS sedang melaku­kan refocusing business, yaitu dengan berfokus pada produksi dan pengembangan benih.

Saat ini PT SHS memiliki Unit Produksi Benih (UPB) sebanyak 42 UPB di 17 provinsi, dengan kapasitas 138.150 ton per tahun. Atau mencapai 40 persen dari total kebutuhan benih nasional sebesar 300 ribu ton per tahun.

“Kapasitas ini signifikan un­tuk mendukung pembangunan industri perbenihan nasional,” kata Sis Apik melalui siaran pers, Kamis (31/10/2024).

PT SHS, kata Sis Apik, akan terus melakukan optimalisasi kapasitas produksi UPB. Di anta­ranya dengan cara meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian.

“Karena kebutuhan lahan untuk optimalisasi kapasitas 42 UPB itu, tercatat sekitar 30 ribu hektar (ha),” ucapnya.

Baca juga : Inter Milan Vs Arsenal, Pertarungan Gengsi

Menurut mantan direksi BRI ini, salah satu fasilitas pengem­bangan benih terbesar yang dimiliki ID Food adalah lahan perta­nian Sukamandi di Subang, seluas 3.162 ha yang dikelola PT SHS.

Adsense

Fasilitas ini telah didukung irigasi teknis, dengan potensi inti plasma dari desa penyangga di 4 kecamatan. Sehingga sangat po­tensial menjadi pusat pengembangan benih padi terbesar nasional.

Selain itu, lahan pertanian Su­kamandi juga dilengkapi fasilitas breeding center atau gen bank yang memiliki lebih dari 1.500 varietas plasma nutfah untuk padi, jagung dan hortikultura (riset/breeding centre).

Sis Apik optimistis, pengem­bangan benih di Sukamandi menjadi salah satu langkah konkret ID Food dalam mendukung program 100 hari Pemerintahan Prabowo-Gibran.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense