Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pengamanan Berlapis Pilpres AS
FBI Bikin Posko, Di TPS Ada Panic Button Dan Dijaga Sniper
Rabu, 6 November 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jutaan mata kini tertuju pada Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam ini tengah melaksanakan proses terakhir Pemilu Presiden (Pilpres), Selasa (5/11/2024).
Waktu pelaksanaan Pilpres AS bakal berlangsung Selasa (5/11/2024) malam WIB atau Selasa pagi waktu AS. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan waktu 11-12 jam antara Indonesia dengan AS.
Sudah menjadi tradisi, pelaksanaan Pemilu AS selalu jatuh pada Selasa pekan pertama November. Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak 1845.
Terdapat dua yang akan dipilihrakyat AS. Yakni Donald Trump dari Partai Republik dan Kamala Harris dari Partai Demokrat.
Pilpres tahun ini diperkirakan diikuti sekitar 160 juta warga AS yang sudah terdaftar sebagai pemilih. Meski belum tentu semua akan menggunakan hak pilihnya. Seharusnya ada lebih dari 230 juta orang di AS yang sudah memenuhi syarat untuk memilih.
Baca juga : KPK Terbitkan Surat Penangkapan Sahbirin
Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah mulai dibuka sejak pukul 7 pagi waktu setempat. Namun, sebagian besar negara bagian AS menerapkan opsi pemungutan suara lebih awal (early voting) bagi pemilih. Upaya ini bisa meraup lebih dari 77 juta suara dan meningkatkan lebih banyak partisipan.
Menurut Aljazeera, dalam jajak pendapat jelang Pemilu, persaingan Harris dan Trump cukup ketat. Mereka sama-sama menunggu dukungan di negara-negara bagian swing states yang menjadi penentu kemenangan. Yakni Negara Bagian Arizona, Georgia, Michigan, North Carolina, Nevada, Pennsylvania dan Wisconsin.
Demi memastikan Pilpres ini berjalan jujur, adil dan aman, ribuan pasukan pengamanan disebar.
Dilansir Reuters, Garda Nasional dan Biro Investigasi Federal atau Federal Bureau of Investigation (FBI) telah membentuk pos komando untukmemantau ancaman dan keamanan di hampir 100.000 TPS di NegaraBagian Oregon, Washington dan Nevada.
Sembilan belas negara bagian, termasuk medan pertempuran Pemilu utama Arizona, Michigan dan Nevada, telah memberlakukan undang-undang peningkatan keamanan Pemilu.
Baca juga : Faby Marcelia, Sedih Status Janda Dipandang Remeh
Sumber Garda Nasional menyebut, jumlah pasukan keamanan yang diturunkan diperbanyak karena persaingan capres yang sangat ketat dengan perolehan suara tipis.
Alarm keamanan, tombol panik, hingga penembak jitu (sniper) diturunkan dari pasukan polisi dan juga pasukan Garda Nasional.
Runbeck Election Services, yang menyediakan teknologi keamanan untuk pemungutan suara, mengkonfirmasi kepada Agence France-Presse (AFP) bahwa mereka telah memesan sekitar 1.000 tombol panik untuk panitia pelaksana Pemilu.
Alat tersebut bisa dikalungkan bersama kartu panitia atau bisa dimasukkan ke dalam dompet panitia. Alat ini sudah disambungkan ke kantor polisi dan personel keamanan terdekat. Alat ini bisa dipencet jika panitia mengalami ancaman selama bertugas.
“Di Georgia, mudah untuk memilih dan sulit untuk berbuat curang. Sistem kami aman dan masyarakat kami siap,” ujar Secretary of State Georgia Brad Raffensperger kepada Reuters, Senin (4/11/2024).
Baca juga : Tak Ada Lagi Impor, Urusan Beras Sudah Beres
Keputusan Secretary of State penting bagi hasil Pemilu. Para cendekiawan menyebut mereka sebagai penjaga proses demokrasi.
Raffensperger memprediksi akan tetap ada aksi protes dari aktivis yang menuduh kecurangan dalam Pemilu. Namun, hal tersebut tidak berbahaya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya