Dark/Light Mode

Pengamanan Berlapis Pilpres AS

FBI Bikin Posko, Di TPS Ada Panic Button Dan Dijaga Sniper

Rabu, 6 November 2024 06:20 WIB
Kamala Harris dan Donald Trump.
Kamala Harris dan Donald Trump.

RM.id  Rakyat Merdeka - Jutaan mata kini tertuju pada Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam ini tengah melaksanakan proses terakhir Pemilu Presiden (Pilpres), Selasa (5/11/2024).

Waktu pelaksanaan Pilpres AS bakal berlangsung Selasa (5/11/2024) malam WIB atau Selasa pagi waktu AS. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan waktu 11-12 jam antara Indone­sia dengan AS.

Sudah menjadi tradisi, pelaksanaan Pemilu AS selalu jatuh pada Selasa pekan pertama November. Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak 1845.

Terdapat dua yang akan dipilihrakyat AS. Yakni Donald Trump dari Partai Republik dan Kamala Harris dari Partai Demokrat.

Pilpres tahun ini diperkirakan diikuti sekitar 160 juta warga AS yang sudah terdaftar sebagai pemilih. Meski belum tentu semua akan menggunakan hak pilihnya. Seharusnya ada lebih dari 230 juta orang di AS yang sudah memenuhi syarat untuk memilih.

Baca juga : KPK Terbitkan Surat Penangkapan Sahbirin

Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah mulai dibuka sejak pukul 7 pagi waktu setempat. Namun, sebagian besar negara bagian AS menerapkan opsi pemungutan suara lebih awal (early voting) bagi pemilih. Upaya ini bisa meraup lebih dari 77 juta suara dan meningkatkan lebih banyak partisipan.

Menurut Aljazeera, dalam jajak pendapat jelang Pemilu, persaingan Harris dan Trump cukup ketat. Mereka sama-sama menunggu dukungan di negara-negara bagian swing states yang menjadi penentu kemenangan. Yakni Negara Bagian Arizona, Georgia, Michigan, North Caro­lina, Nevada, Pennsylvania dan Wisconsin.

Demi memastikan Pilpres ini berjalan jujur, adil dan aman, ribuan pasukan pengamanan disebar.

Dilansir Reuters, Garda Na­sional dan Biro Investigasi Federal atau Federal Bureau of Investigation (FBI) telah membentuk pos komando untukme­mantau ancaman dan keamanan di hampir 100.000 TPS di NegaraBagian Oregon, Washington dan Nevada.

Sembilan belas negara bagian, termasuk medan pertempuran Pemilu utama Arizona, Michigan dan Nevada, telah memberlaku­kan undang-undang peningkatan keamanan Pemilu.

Baca juga : Faby Marcelia, Sedih Status Janda Dipandang Remeh

Sumber Garda Nasional me­nyebut, jumlah pasukan keaman­an yang diturunkan diperbanyak karena persaingan capres yang sangat ketat dengan perolehan suara tipis.

Alarm keamanan, tombol panik, hingga penembak jitu (sniper) diturunkan dari pasukan polisi dan juga pasukan Garda Nasional.

Runbeck Election Services, yang menyediakan teknologi keamanan untuk pemungutan suara, mengkonfirmasi kepada Agence France-Presse (AFP) bahwa mereka telah memesan sekitar 1.000 tombol panik untuk panitia pelaksana Pemilu.

Alat tersebut bisa dikalungkan bersama kartu panitia atau bisa dimasukkan ke dalam dompet panitia. Alat ini sudah disam­bungkan ke kantor polisi dan personel keamanan terdekat. Alat ini bisa dipencet jika pani­tia mengalami ancaman selama bertugas.

“Di Georgia, mudah untuk memilih dan sulit untuk berbuat curang. Sistem kami aman dan masyarakat kami siap,” ujar Secretary of State Georgia Brad Raffensperger kepada Reuters, Senin (4/11/2024).

Baca juga : Tak Ada Lagi Impor, Urusan Beras Sudah Beres

Keputusan Secretary of State penting bagi hasil Pemilu. Para cendekiawan menyebut mereka sebagai penjaga proses demokrasi.

Raffensperger memprediksi akan tetap ada aksi protes dari ak­tivis yang menuduh kecurangan dalam Pemilu. Namun, hal terse­but tidak berbahaya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.