RM.id Rakyat Merdeka - PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) memastikan kesiapannya untuk segera menerapkan pembayaran tol nirsentuh berbasis satelit (GNSS based Multi Lane Free Flow) di Indonesia, baik dari sisi sistem maupun teknologi, sesuai dengan kontrak yang telah disepakati dengan Pemerintah Indonesia.
"Roatex memiliki komitmen kuat untuk menuntaskan proyek MLFF sesuai dengan kontrak yang telah kami tandatangani dan sepakati dengan Pemerintah melalui Kementerian PUPR pada 2021 dan dari sisi sistem dan teknologi kami sangat siap," kata Direktur Utama PT Roatex Indonesia Toll System, Attila Keszeg dalam jumpa pers di ajang HunindoTech 5.0 Business Forum yang digelar di Jakarta, Rabu (6/10/2024).
Attila mengungkapkan, MLFF menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di gerbang tol yang kian hari kian parah dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi Indonesia sebesar 300 juta dolar Amerika Serikat (AS) setiap tahunnya.
Data Bank Dunia pada tahun 2019 menyebutkan, kemacetan mengakibatkan kerugian ekonomi di Indonesia sebesar 4 miliar dollar AS per tahun.
"Sistem pembayaran nonstop nirsentuh dan teknologi melalui Multi Lane Free Flow berbasis Satelit yang dikembangkan Roatex ini juga mampu memangkas waktu tempuh dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dengan mengurangi polusi udara dan suara akibat kemacetan di pintu tol," katanya.
Baca juga : Pesawat Trigana Air Terbakar Di Bandara Sentani, Kemenhub: Tak Ada Korban Jiwa
Dijelaskannya, MLFF dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia dan menjadi solusi utama mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi kemacetan, meningkatkan mobilitas, serta mengembangkan sistem transportasi di Indonesia.
Dijelaskannya, proyek MLFF merupakan penanaman modal asing langsung dari Hongaria senilai USD 300 juta setara Rp 4,5 triliun yang didanai oleh dana publik Hongaria.
PT Roatex Indonesia Toll System menjadi Badan Usaha Pelaksana (BUP) program MLFF setelah memenangi tender sesuai Surat Menteri PUPR Nomor: PB.02.01-Mn/132 tanggal 27 Januari 2021.
"Dalam pembangunan sistem pembayaran tol ini, kami di Roatex tentunya akan tetap mengacu pada kontrak yang telah disepakati sebelumnya dan kami berkomitmen untuk segera menyelesaikan pekerjaan utama dalam mengubah sistem pembayaran tol di Indonesia yang akan memberikan manfaat yang lebih besar lagi," jelasnya.
Menurutnya, keberadaan MLFF semakin kokoh dengan dukungan Pemerintah, setelah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) non APBN, pada Mei 2024, berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.
Baca juga : Wamen Irene Yakin Start Up Indonesia Bersinar
"PP ini kami anggap sebagai landasan hukum penerapan sistem MLFF yang ditunggu tidak hanya oleh RITS, tetapi juga oleh industri dan para pemangku kepentingan. Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk mewujudkan sistem transportasi masa depan yang mampu mengakselerasi transformasi digital di Indonesia guna mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045," katanya.
Ditegaskannya, RITS senantiasa berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama mitra strategis, guna memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Kehadiran MLFF berbasis satelit ini, dianggap menciptakan lompatan besar dalam sistem pembayaran tol di Indonesia, sehingga kehadirannya mampu tumbuh bersama Indonesia untuk menciptakan nilai tambah bagi Indonesia bagi kemajuan teknologi jalan tol Indonesia.
'MLFF tidak hanya mampu mengakselerasi proses transformasi digital di Indonesia, tetapi juga akan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan sistem tercanggih yang ada saat ini," pungkasnya.
Diketahui, pembayaran tol telah mengadopsi sistem MLFF ini sejak 12 Desember 2023 yang tengah diujicobakan di Jalan Tol Mandara Bali oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Baca juga : Indonesia Optimis Swasembada Energi
Sistem MLFF ini diimplementasikan secara bertahap dimulai dari Jalan Tol Mandara Bali pada Oktober 2024. Pada masa transisi ini, sistem yang digunakan adalah Single Lane Free Flow dengan tetap menggunakan pembatas.
Saat ini RITS siap menggelar teknologi tersebut, terhubung dengan stakeholder, serta tumbuh bersama Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.