BREAKING NEWS
 

Sakura Hadirkan Sistem Pengamanan Private Server

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 7 November 2024 18:30 WIB
President Director of ADS Associates Samuel Mulyono (kiri) dan Senior Marketing Specialist PT Sakura System Solutions, Fadli Hidayatul Firdaus (kanan) saat Sakura HR Connect 2024 di Hotel Grand Orchard, Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/11/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Tonggak sejarah baru tercatat dalam sektor regulasi keamanan siber dan privasi di Indonesia. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) telah resmi berlaku mulai 17 Oktober 2024.

Kehadiran UU PDP ini diharapkan dapat memberikan payung hukum yang kuat dalam melindungi privasi warga Indonesia, terutama di era digital saat ini.

Senior Marketing Specialist PT Sakura System Solutions, Fadli Hidayatul Firdaus berharap dengan adanya UU PDP ini masyarakat menjadi lebih perhatian dengan data pribadinya. Mengingat, norma-norma hukum di UU PDP sudah berlaku.

"Berkali kali kita lihat di medsos, data kita dijual bebas di dark web oleh peretas karena kitanya juga yang sering mempublikasi di medsos," kata Fadli dalam acara Sakura HR Connect 2024 di Hotel Grand Orchard, Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/11/2024).

Baca juga : Isran Noor-Hadi Serius Beri Dukungan bagi Penyandang Disabilitas

Fenomena ini yang kemudian memicu Sakura System Solutions menghadirkan sistem pengamanan data berupa SPISy. Fadli memastikan produknya ini mampu memproteksi adanya potensi kebocoran data.

Sebab, server yang digunakan Sakura tidak saling berbagi. Melainkan privasi.

Adsense

"Biaya yang kami tawarkan bersaing dengan yang lain. Ada proses negosiasi dan segala macam. Tapi yang jelas tujuan Sakura itu untuk mengamankan data kita," ungkap Fadli.

Di kesempatan sama, Pakar Siber Samuel Mulyono menilai UU PDP ini dapat menumbuhkan ekonomi kerakyatan. Di mana, setiap anak bangsa bakal termotivasi menghadirkan sistem yang berfungsi untuk melindungi data pribadi.

Baca juga : Wujudkan Swasembada Pangan, Para Menteri Kolaborasi

"Adanya UU PDP ini mau nggak mau kita harus gotong royong. Toh, tidak mungkin perusahan yang katakanlah punya 1.000 karyawan mengelola pengamanan sistem datanya sendiri," ujarnya.

"Makanya mau nggak mau mereka harus mengandalkan perusahaan yang fokus di bidang pengamanan data pribadi, seperti Sakura ini," papar Samuel.

Ditambah lagi, biaya yang cukup besar apabila perusahaan dalam negeri mengandalkan sistem pengamanan data dari luar negeri.

"Butuh dana Rp 15 miliar dalam setahun kalau pakai perusahaan pengamanan data dari luar. Namun kalau ada perusahaan yang kasih harga terjangkau seperti Sakura ini bisa menjadi solusi, dan perusahaan tidak perlu bingung mencari cara mengamankan data karyawannya," pungkas President Director of ADS Associates tersebut.

Baca juga : Bank Mandiri Hadirkan Layanan Verifikasi Bank Garansi

Adapun Sakura HR Connect 2024 adalah acara yang diselenggarakan oleh PT Sakura System Solutions dengan tema Building a Secure HRIS for Data Protection "Guarding Your Data Today, Protecting Your Future Tomorrow."

Sakura HR Connect 2024 bertujuan untuk mengedukasi para profesional HR dan praktisi teknologi mengenai pentingnya perlindungan data dalam sistem informasi sumber daya manusia (HRIS) serta langkah-langkah untuk mengintegrasikan teknologi guna menjaga keamanan data pribadi karyawan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense