RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) meraih kenaikan laba sebesar 5,1 persen atau mencapai Rp 6,6 triliun di sepanjang Januari-September 2024 atau di kuartal III-2024.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kenaikan tersebut mencerminkan fokus Bank dalam menjaga kualitas aset dan efisiensi operasional yang baik.
Kinerja positif tersebut, juga ditopang oleh kualitas aset CIMB Niaga tetap terjaga dengan rasio gross Non Performing Loan (NPL) yang tercatat sebesar 2,0 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata industri.
“Hal ini menunjukkan keberhasilan CIMB Niaga dalam mengelola aset secara hati-hati dan proaktif, sejalan dengan komitmennya terhadap kinerja yang berkelanjutan,” ungkap Lani di Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Baca juga : Konsumsi Rumah Tangga Kerek Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Triwulan III 2024
Ia mengatakan, meski menghadapi kondisi ekonomi yang dinamis, kami bersyukur dapat memberikan imbal hasil yang menarik bagi para pemegang saham.
Lani menambahkan, CIMB Niaga juga terus memperkuat posisi modal dan likuiditas, serta yakin dapat meraih hasil yang baik pada sisa tahun 2024 dengan fokus pada empat pilar utama. Yakni, alokasi aset yang optimal, perluasan basis nasabah ritel, penguatan portofolio CASA (Current Account and Savings Account), dan peningkatan digital engagement.
CIMB Niaga menjaga posisi permodalan yang solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,4 persen, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 84,3 persen.
“Total aset konsolidasi per 30 September 2024 tercatat mencapai Rp 354,3 triliun, memperkuat posisi kami sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia,” ucap Lani.
Baca juga : Industri Semen Kinclong, Cemindo Cetak Pendapatan Rp 6,5 T Di Kuartal III
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 8,8 persen mencapai Rp 256,0 triliun, didorong oleh pertumbuhan signifikan pada saldo CASA yang naik 8,8 persen menjadi Rp 170,7 triliun, dengan rasio CASA mencapai 66,7 persen.
“Ini adalah hasil dari upaya CIMB Niaga untuk mempererat hubungan dengan nasabah melalui layanan digital yang semakin canggih,” ujar Lani.
Sementara itu, jumlah kredit yang diberikan CIMB Niaga tercatat naik 6,4 persen mencapai Rp 218,6 triliun. Pertumbuhan terbesar berasal dari segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang tumbuh 9,4 persen.
Diikuti oleh perbankan korporat dan konsumer yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan 7,1 persen dan 5,4 persen.
Baca juga : Kredit UMKM BRI Tembus Rp1.105,70 Triliun Hingga Akhir Triwulan III 2024
Salah satu kategori kredit retail yang mencatatkan kenaikan signifikan adalah Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang melonjak 18,2 persen.
CIMB Niaga Syariah (Unit Usaha Syariah) juga menunjukkan performa yang impresif dengan total pembiayaan mencapai Rp 60,7 triliun tumbuh 14,8 persen yoy, dan DPK sebesar Rp 53,2 triliun melonjak 24,6 persen. Sebagian besar pertumbuhan pembiayaan berasal dari segmen ritel, dengan fokus pada pendanaan murah dan pengembangan jaringan komunitas.
Tak hanya itu, CIMB Niaga terus mengembangkan praktik bisnis yang bertanggung jawab sesuai dengan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG).
“Kami mencatatkan hampir 25 persen dari total pembiayaan sebesar Rp 54,4 triliun, mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB),” pungkas Lani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.