BREAKING NEWS
 

Hadiri KTT APEC Dan G20, Momentum Emas Indonesia Gaet Investor

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : FAQIH MUBAROK
Minggu, 10 November 2024 18:12 WIB
Pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional Prof. Dr. Ariawan Gunadi. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menghadiri dua forum internasional bergengsi, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC dan G20 pada 13 hingga 16 November di Peru dan KTT G20 di Brazil pada 18 hingga 19 November 2024 memiliki potensi strategis untuk membuka peluang Foreign Direct Investment (FDI) yang signifikan bagi Indonesia.

Forum-forum ini mempertemukan para pemimpin dunia dan investor potensial, sehingga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk memperlihatkan stabilitas ekonomi, reformasi kebijakan yang ramah investasi, serta peluang sektor-sektor strategis di dalam negeri.

"Melalui diplomasi ekonomi yang efektif, Presiden Prabowo dapat membangun kepercayaan mitra internasional dan menunjukkan komitmen Indonesia terhadap investasi berkelanjutan dan pembangunan ekonomi," kata pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional Prof. Dr. Ariawan Gunadi di Jakarta, Minggu (10/11/2024).

Ariawan menyebut, kujungan Prabowo ke wilayah Amerika Latin dapat memperkuat hubungan perdagangan internasional Indonesia dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

"Kunjungan ini momentum emas untuk memperluas dan mendiversifikasi pasar ekspor bagi berbagai produk unggulan nasional pasca penyelenggaraan INALAC Business Forum pada 11-13 September 2024 lalu," ujarnya.

Baca juga : IPSO Hadirkan Inovasi Terbaru Untuk Pasar Laundry Indonesia

Lebih lanjut, guru besar Universitas Tarumanagara ini mengatakan Amerika Latin dan Karibia merupakan mitra strategis untuk memperluas pasar perdagangan internasional bagi produk-produk dalam negeri.

Mengingat kawasan Amerika Latin dan Karibia terdiri dari 33 negara dengan populasi sebanyak 639,6 juta penduduk atau 8,09 persen dari populasi dunia. Produk domestik bruto (PDB) kawasan tersebut pada 2022 tercatat 6,52 triliun dolar AS dengan PDB per kapita rata-rata 10.190 dolar AS.

Selama beberapa tahun terakhir, kawasan Amerika Latin dan Karibia telah berkembang menjadi mitra strategis dalam perdagangan bagi Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari adanya kemiripan dalam tantangan serta peluang yang dihadapi oleh negara-negara berkembang di kedua kawasan tersebut.

Adsense

Pada 2023, total nilai perdagangan antara Indonesia dan negara-negara di kawasan ini tercatat mencapai 13,1 miliar dolar AS. Namun, nilai ini masih berada di bawah capaian Vietnam, yang bahkan berhasil mencapai dua kali lipatnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya potensi besar bagi Indonesia untuk memperkuat kolaborasi perdagangan guna memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulannya, seperti hasil pertanian, makanan olahan, tekstil, dan produk dari sektor industri kreatif, ke pasar Amerika Latin dan Karibia.

Baca juga : UBS Gold Gelar Pameran Emas Indonesia Di Shibuya Golden Takeover Tokyo

Negara-negara di kawasan tersebut kian membuka peluang bagi produk-produk Asia yang memiliki daya saing tinggi. Karena itu, hubungan perdagangan antara kawasan Amerika Latin dengan negara-negara yang berada di kawasan Asia Pasifik memegang peranan penting dalam upaya pemulihan bersama dari dampak ketidakstabilan global saat ini.

Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan di kedua wilayah, sehingga tercipta stabilitas ekonomi jangka panjang yang bermanfaat bagi masyarakat luas di masing-masing kawasan.

Selain itu, kehadiran di APEC dan G20 memungkinkan Indonesia untuk memperkuat citra sebagai tujuan investasi yang aman dan menguntungkan.

Dengan memanfaatkan forum ini, pemerintah dapat mengkomunikasikan berbagai reformasi pro-investasi, kebijakan insentif, dan infrastruktur yang sedang dikembangkan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menarik investasi jangka pendek, tetapi juga memperkuat ekonomi dalam jangka panjang, meningkatkan daya saing nasional, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Baca juga : Hadir Di Indonesia, Delta Electronics Dorong Industri Energi Hijau

"Saya meyakini bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk berperan secara aktif dalam percaturan internasional," tuturnya.

"Langkah ini merupakan wujud keseriusan Indonesia dalam memperjuangkan berbagai kepentingan nasional serta menunjukkan kontribusi nyata dalam mengatasi berbagai tantangan global yang dihadapi bersama negara-negara lain. Partisipasi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang turut serta dalam menciptakan solusi kolektif di tingkat global," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense