RM.id Rakyat Merdeka - APP Group kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pelestarian ekosistem lahan gambut melalui berbagai inisiatif keberlanjutan.
Deputy Director of Corporate Strategic & Relations APP Group, Iwan Setiawan, menjadi pembicara pada panel “Capacity Building and Stakeholder Engagement in Promoting Sustainable Management and Restoration of Tropical Peatlands” di COP 29 Azerbaijan. Dalam sesi tersebut, Iwan memaparkan, pendekatan APP Group yang kolaboratif dan berbasis lanskap dalam pengelolaan lahan gambut.
Pendekatan APP Group mencakup penggunaan metode komprehensif, seperti survei lapangan dan teknologi LiDAR, untuk memetakan lebih dari 4,5 juta hektar lahan gambut di Sumatra. Teknologi ini memungkinkan pemetaan topografi lahan gambut secara landscape, yang penting untuk menentukan zonasi optimal dalam pengelolaan gambut.
Baca juga : Di COP29, APP Group Pamerkan Inisiatif Hijau Untuk Perubahan Iklim
“Pengelolaan lahan gambut tidak bisa dilakukan secara parsial. Kami yakin pendekatan berbasis lanskap dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan pelestarian ekosistem ini,” ujar Iwan.
Jean Jacques Bambuta Boole, Koordinator Nasional untuk Gambut Republik Demokratik Kongo (RDK), yang turut berpartisipasi dalam panel, menyampaikan tantangan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan di negaranya.“RDK berharap dapat memetik pelajaran dari pengelolaan lahan gambut di Indonesia,” ujarnya.
Hal ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan ekosistem gambut global.
Baca juga : Pj. Wali Kota Nurdin Ungkap Strategi Pengelolaan Sampah Di Kota Tangerang
APP Group juga aktif bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk institusi penelitian dan akademisi, dalam pengembangan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk memulihkan lahan gambut yang terdegradasi. Hingga akhir 2023, APP Group menargetkan pemulihan lebih dari 38.000 hektar lahan gambut melalui program kolaboratif, dengan harapan menciptakan dampak positif yang luas bagi lingkungan dan masyarakat setempat.
Peneliti CIFOR, Daniel Mudiyarso menekankan, peran penting lahan gambut dalam pengendalian perubahan iklim, mengingat lahan gambut hanya mencakup 3 persen dari seluruh daratan dunia, tetapi menyimpan 44 persen dari total cadangan karbon di tanah. APP Group juga mendukung keberlanjutan dengan mencari alternatif spesies tanaman ramah lingkungan untuk menjaga keseimbangan hidrologi dan mengurangi risiko kebakaran hutan.
Melalui berbagai program berbasis komunitas, APP Group turut membangun kapasitas masyarakat setempat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, yang diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan langkah-langkah ini, APP Group menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mengoptimalkan ekosistem lahan gambut demi keberlanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.