BREAKING NEWS
 

CPI Luncurkan Kajian Terbaru, Dasbor Pembiayaan Pembangkit Listrik di Indonesia

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 23 November 2024 22:01 WIB
CPI meluncurkan kajian terbaru berupa Dasbor Pembiayaan Pembangkit Listrik di Indonesia. (Foto: CPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Climate Policy Initiative (CPI) menjadi host dalam sesi knowledge sharing mengenai keuangan berkelanjutan pada Electricity Connect 2024, di Jakarta Convention Center. Dalam kesempatan ini, CPI meluncurkan kajian terbaru berupa Dasbor Pembiayaan Pembangkit Listrik di Indonesia.

Dasbor interaktif ini memetakan seluruh investasi untuk pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) vs bahan bakar fosil di Indonesia, serta pendanaan yang mengalir melalui PLN. Dikembangkan dengan metode triangulasi berupa konsolidasi dataset dari berbagai sumber resmi, dasbor ini menjawab permasalahan akses dan transparansi data investasi sektor ketenagalistrikan di Indonesia.

Baca juga : Capai Swasembada Energi, Pemerintah Dorong Transisi Energi Listrik Di Pedesaan

Fitur interaktif dasbor ini juga memudahkan dalam melihat arus investasi berdasarkan sumber, penggunaan tematik, dan alokasi sektoral. Sehingga pemangku kepentingan, pemerintah, dan industri terkait dapat mengidentifikasi titik masuk investasi, kesenjangan pembiayaan, peluang investasi baru, serta perencanaan strategis terkait agenda transisi energi Indonesia menuju emisi nol bersih.

Adsense

Berikut temuan kunci dasbor mengenai tren investasi kelistrikan di Indonesia:

Baca juga : KP2MI Dan Kemenlu Bahas Penguatan Pekerja Migran Indonesia

Meskipun ada gap yang signifikan antara realisasi nilai investasi EBT dan komitmen iklim Indonesia, temuan kunci tersebut juga menunjukkan peluang strategis mengalihkan arus investasi menuju perekonomian berkelanjutan dan rendah karbon bagi Indonesia.

Direktur CPI Indonesia, Tiza Mafira, menjelaskan, Indonesia memerlukan visibilitas mengenai apakah kebijakan energi saat ini sudah cukup mempercepat investasi hijau. Data menunjukkan bahwa total investasi pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil hampir dua kali lipat dari total investasi pada pembangkit listrik EBT.

Baca juga : Wujudkan Asta Cita, Perkebunan Nusantara Kolaborasi Bareng Rumah Sawit Indonesia

Ada peluang yang sangat besar untuk memikirkan kembali dan mengalihkan arus investasi tersebut, terutama dari lembaga keuangan swasta internasional sebagai kontributor terbesar. "Dengan memanfaatkan data investasi yang komprehensif di dasbor kami, kebijakan dan investasi dapat dioptimalkan untuk membangun masa depan yang aman, kompetitif, dan rendah karbon bagi Indonesia,” jelas Tiza Mafira.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense