RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mengajak pengusaha Singapura berinvestasi di Indonesia, khususnya di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Fokus utama yang ditawarkan kepada investor mencakup energi hijau, hilirisasi komoditas dan transformasi digital.
Hal ini disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani dalam forum Exclusive Dialogue: Mapping Indonesia Investment Trend 2025 yang digelar di Singapura.
Dalam forum yang dihadiri oleh 100 pengusaha ini, Indonesia menegaskan komitmennya menjadi pusat investasi global.
Baca juga : BPBD Siagakan 267 Petugas Di Kelurahan
Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura itu, menjadi platform untuk memperkenalkan peluang investasi strategis dalam sektor energi hijau, hilirisasi komoditas dan transformasi digital.
Dalam pidatonya, Rosan melaporkan bahwa pada periode Januari hingga September 2024, realisasi investasi Indonesia mencapai 76,45 persen dari target tahunan, serta menciptakan lebih dari 1,8 juta lapangan kerja baru.
Rosan juga menyoroti potensi besar sektor energi terbarukan Indonesia yang mencapai 3.700 gigawatt. Serta pentingnya kolaborasi internasional untuk memperkuat ketahanan energi, pangan dan hilirisasi komoditas strategis. Indonesia memiliki kekuatan dalam 28 komoditas yang tengah dikaji oleh Pemerintah.
Baca juga : Misi Bawa Poin Penglaris
Selain itu, Rosan menekankan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan daya saing global. Pasalnya, pendidikan membuka potensi penuh sumber daya manusia Indonesia dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Fokus pada pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) adalah langkah vital dalam mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan,” ujar Rosan seperti dikutip, Minggu (8/12/2024).
Dengan cadangan nikel terbesar di dunia, yang mencapai 42 persen dari total global, serta potensi rumput laut 28 persen dari potensi global, Indonesia berada pada posisi strategis untuk memimpin pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik dan industri berbasis kelautan.
Baca juga : Wakil Merah Putih Patok Bawa Gelar
Rosan optimistis, peningkatan kerja sama lintas sektor di tahun mendatang akan memperkuat realisasi proyek strategis dan memastikan keberlanjutan investasi di Indonesia.
Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini juga menjelaskan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen dalam beberapa tahun terakhir, menjadikan Indonesia salah satu negara dengan performa ekonomi unggul.
Kendati begitu, dia mengingatkan perlunya tindakan cepat untuk memanfaatkan bonus demografi yang sedang berlangsung.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.