BREAKING NEWS
 

Kerek Produksi Migas, Jatim Janji Siap Kebut Perizinan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 17 Desember 2019 15:01 WIB
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto (kiri) bersama Presiden Direktur ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) Louise McKenzie, dalam peresmian Produksi Migas Perdana Sumur Kedung Keris, Bojonegoro, di Sport Hall Lapangan Banyu Urip, Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (17/12). (Foto: Sarif Hidayat/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Setiajit menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan kemudahan perizinan terkait minyak dan gas (migas).       

"Jika mengalami hambatan perizinan datang ke kami, kami akan bantu, bahkan kami percepat," ungkap Setiajit dalam sambutannya dalam acara peresmian Produksi Migas Perdana Sumur Kedung Keris, Bojonegoro, di Sport Hall Lapangan Banyu Urip, Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (17/12).       

Adsense

Baca juga : Nurbaya Pelototi Sektor Perizinan Hutan

Setiajit mengapresiasi ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) yang terus melakukan pengembangan lapangan minyak di Jatim. Berkat kontribusi EMCL, kini Jatim menjadi provinsi dengan produksi minyak terbesar di Indonesia, mengalahkan Riau. "Jawa Timur kini memproduksi 305 ribu barel per hari (bph). Itu lebih dari 25 persen produksi nasional," paparnya.       

Peresmian produksi perdana Lapangan Kedung Keris dilakukan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto didampingi Presiden Direktur ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) Louise McKenzie. Acara ini dihadiri jajaran pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pertamina, dan  pengurus Jurnalisme Profesional Untuk Bangsa (JPUB).       

Baca juga : `Dulu Beliau Keleleran`

Lapangan Kedung Keris merupakan bagian dari wilayah kerja Blok Cepu, yang berlokasi di Desa Sukoharjo, Kabupaten Bojonegoro, Jatim. Lapangan itu ditemukan EMCL pada 2011 dengan cadangan sebesar 20 juta barel.       

Kedung Keris diperkirakan bisa memproduksi 10 ribu bph. Saat ini, sumur Kedung Keris sudah mampu memproduksi 5 ribu bph. EMCL sendiri merupakan operator dengan memegang hak kelola 45 persen, kemudian PT Pertamina EP Cepu sebesar 45 persen dan sisanya Badan Usaha Milik Negara BUMD) sebesar 10 persen. [SRF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense