BREAKING NEWS
 

SPKS dan Nissin Kolaborasi, Bukti Jepang Percaya Petani Sawit RI

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 11 Desember 2024 18:09 WIB
Dewan Nasional SPKS Mansuetus A. Hanu (kiri ujung), General Manager, Corporate Planning Division of Nissin Foods Holdings Kei Saito (Jas hitam), dan Executive Director of Caux Round Table Japan Hiroshi Ishida (jas merah jambu). (Foto: Nissin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nissin Foods Holdings-Japan memperkuat kerja sama dengan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS). Kolaborasi ini membuktikan kepercayaan Jepang terhadap petani sawit Indonesia. Tercatat kerja sama keduanya telah berlangsung sejak tahun 2018. Dewan Nasional SPKS, Mansuetus Darto menjelaskan, petani sawit yang tergabung di dalam SPKS didorong memiliki komitmen tinggi untuk patuh terhadap berbagai regulasi yang dibuat Pemerintah. 

Tidak hanya itu mereka juga mengikuti perkembangan pasar global untuk komoditas sawit. Pasar internasional termasuk Jepang tidak ingin membeli produk sawit yang dihasilkan melalui deforestasi.

“Sehingga mau tidak mau petani sawit SPKS tetap memperhatikan lingkungan dan menghindari deforestasi,” ujarnya dikutip usai acara perjanjian kerja sama Nissin dan SPKS, di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

Adapun kerja sama SPKS dan Nissin dimulai dengan membangun pilot project bersama agar petani kecil masuk dalam supply chain industry Jepang di kemudian hari melalui pendekatan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). 

Peluncuran Program ini merupakan bentuk komitmen Nissin Foods Holdings sebagai perusahaan pembeli minyak sawit berkelanjutan dari Jepang. Di Indonesia, program ini dijalankan melalui kerja sama SPKS yang memainkan peranan penting dalam mendukung pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan di level petani skala kecil. 

Komitmen petani Indonesia yang menolak aksi ilegal tentang deforestasi ini menarik minat perusahaan asing termasuk Jepang untuk melakukan kolaborasi. Darto mengungkapkan, mayoritas hasil para petani sawit itu diekspor. Sawit RI ada sekitar 50 juta ton dari 16,3 juta hektar lahan. Tingkat konsumsi dalam negeri itu kurang lebih sekitar 8 juta ton sampai 12 juta ton untuk pangan dan juga energi.

Baca juga : Sekjen PKS: Berantas Korupsi Sejak Perencanaan

“Sebagian besar itu ekspor keluar. Nah, di luar dengan ada kebijakan seperti ini maka kita membuat produk yang sehat bagi lingkungan tidak melanggar HAM tidak boleh memperkerjakan buruh anak dan tidak ada buruh paksa,” paparnya.

Manajer Umum, Divisi Perencanaan Perusahaan Nissin Foods Holdings Kei Saito mengatakan, bahwa Nissin Foods Holding adalah pembeli minyak sawit di Japan yang menghasilkan produk turunan terutama mie instan. 

Nissin memiliki komitmen untuk membangun ketelusuran minyak sawit yang traceable dan berkelanjutan serta mendukung peningkatan kapasitas serta praktik berkelanjutan petani sawit skala kecil. 

“Nissin Foods Holdings berkomitmen untuk melakukan pengadaan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan, terutama dengan melibatkan petani kecil dalam supply chain kami, tegas Kei Saito. 

Adsense

Selama beberapa tahun, Nissin telah bermitra dengan SPKS untuk memfasilitasi dialog dengan para petani kecil di Indonesia. Pihaknya bersyukur dapat meluncurkan inisiatif ini dengan dukungan kuat dari SPKS dan komunitas Desa Sugih Waras yang akan memainkan peran penting dalam proses sertifikasi RSPO. 

“Tujuan kami adalah untuk memanfaatkan proyek ini sebagai batu loncatan untuk lebih meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan dan meningkatkan mata pencaharian petani skala kecil di Indonesia.” kata Kei Saito.

Baca juga : Menteri BUMN dan PNM Kolaborasi BPOM, Dukung Percepatan Pertumbuhan UMKM

Ketua SPKS Nasional, Sabarudin mengapresiasi Nissin Foods Holdings dengan memulai investasi pada petani skala kecil dengan membangun supply chain yang berkelanjutan untuk pasar mereka di Jepang.

“Kami berharap agar rantai pasok perusahaan di Jepang dapat dipasok dari 100 persen petani sawit skala kecil yang traceable, bebas deforestasi dan lestari. SPKS, dapat menjadi pihak independen atau verifikator untuk memastikan ketelusuran rantai pasok sawit yang berkelanjutan untuk pasar di Jepang,” tegas Sabarudin. 

Lebih lanjut, Sabarudin berharap agar kerjasama antara petani kecil dan pembeli ini dapat mendorong kemitraan yang adil sehingga petani kecil memperoleh harga yang adil.

Sementara Sekretaris Desa Sugih Waras Asrianto mengatakan bahwa petani sawit di Desa Sugih Waras sangat mengharapkan kerjasama ini untuk perbaikan tata kelola sawit di tingkat desa. Terdapat 300 kepala keluarga dengan kebun sawit swadaya seluas 500 hektar di Desa Sugih Waras. 

Dijelaskan, petani sawit butuh dukungan untuk peningkatan kapasitas, pembentukan kelembagaan dan pengetahuan tentang penerapan praktik berkelanjutan termasuk melalui sertifikasi. 

“Kami berharap, program kerjasama ini memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat desa dan agar perusahaan sawit dapat membangun kemitraan yang adil bagi warga desa,” kata Asrianto.

Baca juga : Srikandi PLN EPI Dan BKL Kolaborasi Lawan Stunting di Sumsel

Direktur Eksekutif Caux Round Table Japan Hiroshi Ishida mengatakan bahwa NPO CRT Japan adalah organisasi yang menjembatani perusahaan dan petani untuk berkolaborasi. 

Melalui program ini, kami bersyukur dapat berperan dalam membangun kepercayaan lebih lanjut antara perusahaan dan petani kelapa sawit skala kecil di Indonesia, dan berkolaborasi dengan SPKS. 

“Kami lihat petani Indonesia punya semangat yang luar biasa. Ini merupakan cikal bakal untuk kesuksesan dari kerja sama,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense