Dark/Light Mode

Srikandi PLN EPI Dan BKL Kolaborasi Lawan Stunting di Sumsel

Selasa, 10 Desember 2024 11:08 WIB
Subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkolaborasi dengan PT Banyan Koalindo Lestari (BKL) untuk cegah stunting melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) di Puskesmas Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan (Sumsel). (Foto. PLN EPI)
Subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkolaborasi dengan PT Banyan Koalindo Lestari (BKL) untuk cegah stunting melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) di Puskesmas Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan (Sumsel). (Foto. PLN EPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkolaborasi dengan PT Banyan Koalindo Lestari (BKL) untuk cegah stunting melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) di Puskesmas Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan (Sumsel).

Program ini fokus pada peningkatan ketahanan pangan dan gizi, menyasar 11 balita dari lima desa dan satu kelurahan di Kecamatan Rawas Ilir.

Yaitu Desa Tanjung Raja, Desa Mandi Angin, Desa Beringin Makmur I, Desa Beringin Makmur II, dan Desa Beringin Sakti, menjadi penerima manfaat.

Baca juga : Jadi Backbone Transisi Energi, PLN EPI Dorong Kolaborasi Pengembangan Gas

Di lokasi tersebut, PLN EPI juga membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang akan dimonitor secara berkala selama tiga bulan.

Selain itu, program ini menunjukkan komitmen PLN EPI dalam menjaga keseimbangan antara tujuan bisnis dan tanggung jawab lingkungan dengan pendekatan keberlanjutan yang mengedepankan manfaat jangka panjang.

Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, menjelaskan bahwa stunting adalah akibat dari kurangnya pemenuhan nutrisi anak sejak dalam kandungan dan pada awal kehidupannya.

Baca juga : Hello Green Nusantara Dan Bengkulu Mandiri Kolaborasi Hadirkan Industri Hijau

“Anak yang mengalami stunting tidak dapat berkembang secara maksimal, sehingga kontribusinya terhadap masyarakat pun terbatas. Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) ini merupakan langkah gotong royong PLN EPI untuk mempercepat penurunan stunting, terutama bagi keluarga yang berisiko,” ujar Iwan dalam keterangan tertulis perusahaan, Selasa (10/12).

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menambahkan bahwa program percepatan penurunan stunting juga dilakukan dengan penguatan sarana pelayanan kesehatan, terutama Puskesmas, agar dapat diakses oleh masyarakat setempat.

Selain pemberian makanan bergizi kepada balita stunting, PLN EPI juga mengadakan penyuluhan kepada ibu hamil guna mencegah kelahiran dengan masalah tumbuh kembang anak.

Baca juga : Ibas: Kepala Daerah Harus Kolaborasi Ciptakan Ketahanan Pangan & Energi Nasional

"Kami berkomitmen untuk terus berperan aktif membantu masyarakat, bekerja sama dengan Puskesmas Bingin Teluk untuk mencegah stunting dan meningkatkan gizi bagi ibu hamil," ungkap Mamit.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.