RM.id Rakyat Merdeka - Usulan mengubah tugas dan peran PT Semen Indonesia (Persero) tbk atau Semen Indonesia Group (SIG) dari operating holding menjadi strategic holding, patut dipertimbangkan Pemerintah. Sebab, hal itu membuka peluang kinerja perusahaan pelat merah itu semakin moncer alias lebih baik lagi.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini tengah menggodok opsi usulan yang disampaikan legislatif Komisi VI DPR. Alasan usulan itu muncul karena pembagian kerja SIG dengan para entitas usahanya, dianggap kurang efektif.
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, sejauh ini operating holding yang dilakukan Semen Group sudah cukup berkembang Namun pembentukan entitas baru,misalnya menjadi strategic holding, juga sangat memungkinkan.
“Holding Semen saat ini terbukti berhasil. Meskipun kinerja Semen sempat menurun, tetapi kategorinya masih cukup baik pada 2024,” ujar Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Yang harus dipahami, sambung Toto, pembentukan holding bertujuan meredam ego antar-perusahaan, sehingga menciptakan kesetaraan.
Ia menekankan, dengan strategic holding, fungsi holding dan operasional akan terpisah. Sehingga pengelolaan BUMN persemenan bisa menjadi lebih fokus.
“Jika nanti menjadi strategic holding, diharapkan BUMN persemenan dalam menghadapi perkembangan dunia bisnis, akan semakin solid,” ucapnya.
Baca juga : Kapolri Komitmen Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Toto berharap, pembentukan strategic holding dengan segala manfaatnya, dapat meningkatkan daya saing. Dan memberi kontribusi nilai tambah positif terhadap kelompok usaha semen.
Sementara secara kinerja, Toto pun optimistis, tahun depan permintaan akan semen akan terus menjadi pendorong pertumbuhan perseroan.
Menyoal ini, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, perubahan menjadi strategic holding merupakan bahan kajian Kementerian BUMN dalam beberapa tahun ke depan.
“Di dalam rencana penggabungan klaster perusahaan BUMN dari 24 menjadi 12, hanya melakukan merger dan konsolidasi. Belum dilakukan generalisasi terhadap holding perusahaannya,” kata Erick di Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ini mengatakan, dalam lima tahun ke depan ini, Pemerintah akan men-define holding yang lebih bisa dijalankan seperti apa. Apakah itu strategic ataupun operating holding
“Kami lagi lihat mengenai data, numbers, SOP (Standard of Procedures), penugasan. Ini yang coba dilihat secara helicopter view,” ujarnya.
Erick menegaskan, Kementerian BUMN mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo. Dan Kementerian BUMN akan mendorong korporasi yang lebih efisien.
Baca juga : Pemerintahan Prabowo Sudah On The Track...
Terpisah, Direktur Utama SIG Donny Arsal menegaskan, pihaknya terus mendukung program Pemerintah ke depan. Khususnya dengan melanjutkan inisiatif dalam konservasi energi, melalui penggunaan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
Tujuannya, kata Donny, untuk meningkatkan daya saing dan mencapai target operational excellence.
“Serta menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” kata Donny di Jakarta, Kamis (5/12/2024).
Selain itu, Semen Indonesia juga berkomitmen mendorong penggunaan bahan bakar alternatif, sebagai substitusi batubara dalam kegiatan produksi.
Hal tersebut untuk menghadirkan produk semen ramah lingkungan yang rendah karbon.
“Sekaligus berpartisipasi dalam upaya global mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK), yang menjadi penyebab perubahan iklim dan pemanasan global,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade mengusulkan, agar kebijakan operating holding company di SIG diubah menjadi strategic holding company. Karena dianggap banyak merugikan terutama bagi anak-anak perusahaan.
Baca juga : DPR Colek Kemenkeu
Sekadar informasi, strategic holding adalah model holding yang mana induk perusahaan fokus melaksanakan fungsi strategic tanpa melakukan aktivitas operasi.
“Kita harus evaluasi operating holding ini menjadi strategic holding. Nanti anak perusahaan bekerja, lebih maksimal, lebih gesit bergerak,” kata Andre Rosiade dalam keterangan tertulis, Rabu (4/12/2024).
Menurut Andre, dengan penerapan strategic holding company, anak-anak perusahaan Semen Indonesia seperti Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Baturaja, Semen Gresik dan anak perusahaan lainnya punya peran yang lebih untuk berkembang, termasuk dalam menentukan pasar. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Kamis, 12 Desember 2024 dengan judul "Diusulkan Jadi Strategic Holding, Kinerja Semen Indonesia Diyakini Semakin Moncer"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.