BREAKING NEWS
 

Diusulkan Jadi Strategic Holding

Kinerja Semen Indonesia Diyakini Semakin Moncer

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 12 Desember 2024 07:30 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Usulan mengubah tugas dan peran PT Semen Indonesia (Persero) tbk atau Semen Indonesia Group (SIG) dari operating holding menjadi strategic holding, patut dipertimbangkan Pemerintah. Sebab, hal itu membuka peluang kinerja perusahaan pelat merah itu semakin moncer alias lebih baik lagi.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini tengah menggodok opsi usulan yang disampaikan legislatif Komisi VI DPR. Alasan usulan itu muncul karena pembagian kerja SIG dengan para entitas usahanya, dianggap kurang efektif.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, sejauh ini operating holding yang dilakukan Semen Group sudah cukup berkembang Namun pembentukan entitas baru,misalnya menjadi strategic holding, juga sangat memungkinkan.

“Holding Semen saat ini ter­bukti berhasil. Meskipun kinerja Semen sempat menurun, tetapi kategorinya masih cukup baik pada 2024,” ujar Toto ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Yang harus dipahami, sam­bung Toto, pembentukan holding bertujuan meredam ego antar-perusahaan, sehingga menciptakan kesetaraan.

Ia menekankan, dengan strategic holding, fungsi holding dan operasional akan terpisah. Sehingga pengelolaan BUMN persemenan bisa menjadi lebih fokus.

“Jika nanti menjadi strategic holding, diharapkan BUMN persemenan dalam menghadapi perkembangan dunia bisnis, akan semakin solid,” ucapnya.

Baca juga : Kapolri Komitmen Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Toto berharap, pembentukan strategic holding dengan segala manfaatnya, dapat meningkatkan daya saing. Dan memberi kontri­busi nilai tambah positif terhadap kelompok usaha semen.

Sementara secara kinerja, Toto pun optimistis, tahun depan per­mintaan akan semen akan terus menjadi pendorong pertumbuhan perseroan.

Menyoal ini, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, pe­rubahan menjadi strategic holding merupakan bahan kajian Kementerian BUMN dalam be­berapa tahun ke depan.

“Di dalam rencana penggabungan klaster perusahaan BUMN dari 24 menjadi 12, hanya melaku­kan merger dan konsolidasi. Belum dilakukan generalisasi terhadap holding perusahaannya,” kata Erick di Jakarta, Jumat (6/12/2024).

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ini mengatakan, dalam lima tahun ke depan ini, Pemerintah akan men-define holding yang lebih bisa dijalankan seperti apa. Apakah itu strategic ataupun operating holding

Adsense

“Kami lagi lihat mengenai data, numbers, SOP (Standard of Procedures), penugasan. Ini yang coba dilihat secara heli­copter view,” ujarnya.

Erick menegaskan, Kementerian BUMN mendukung program Asta Cita Presiden Prabo­wo. Dan Kementerian BUMN akan mendorong korporasi yang lebih efisien.

Baca juga : Pemerintahan Prabowo Sudah On The Track...

Terpisah, Direktur Utama SIG Donny Arsal menegaskan, pi­haknya terus mendukung program Pemerintah ke depan. Khususnya dengan melanjutkan inisiatif dalam konservasi energi, melalui penggunaan bahan bakar alterna­tif yang ramah lingkungan.

Tujuannya, kata Donny, untuk meningkatkan daya saing dan mencapai target operational excellence.

“Serta menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelan­jutan di Indonesia,” kata Donny di Jakarta, Kamis (5/12/2024).

Selain itu, Semen Indonesia juga berkomitmen mendorong penggunaan bahan bakar alter­natif, sebagai substitusi batubara dalam kegiatan produksi.

Hal tersebut untuk menghadirkan produk semen ramah lingkungan yang rendah karbon.

“Sekaligus berpartisipasi dalam upaya global mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK), yang menjadi penyebab perubahan iklim dan pemanasan global,” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade mengusulkan, agar kebijakan operating holding company di SIG diubah menjadi strategic holding company. Karena diang­gap banyak merugikan terutama bagi anak-anak perusahaan.

Baca juga : DPR Colek Kemenkeu

Sekadar informasi, strategic holding adalah model holding yang mana induk perusahaan fokus melaksanakan fungsi strategic tanpa melakukan aktivitas operasi.

“Kita harus evaluasi operating holding ini menjadi strategic holding. Nanti anak perusa­haan bekerja, lebih maksimal, lebih gesit bergerak,” kata Andre Rosiade dalam keterangan tertu­lis, Rabu (4/12/2024).

Menurut Andre, dengan penerapan strategic holding com­pany, anak-anak perusahaan Semen Indonesia seperti Semen Padang, Semen Tonasa, Se­men Baturaja, Semen Gresik dan anak perusahaan lainnya punya peran yang lebih untuk berkembang, termasuk dalam menentukan pasar. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Kamis, 12 Desember 2024 dengan judul "Diusulkan Jadi Strategic Holding, Kinerja Semen Indonesia Diyakini Semakin Moncer"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense