BREAKING NEWS
 

Transformasi Digital RI Perlu Didukung Infrastruktur Memadai

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 12 Desember 2024 15:40 WIB
IndoTelko Forum bertajuk Sinergi Industri Digital Wujudkan Asta Cita di Jakarta, Kamis (12/12/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Plt. Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Ismail menyampaikan, pembangunan infrastruktur digital merupakan tonggak penting dalam transformasi digital Indonesia. 

"Visi Indonesia Digital 2045 membutuhkan konektivitas yang memadai melalui tiga teknologi utama: fixed broadband, mobile broadband, dan satelit," jelas Ismail dalam IndoTelko Forum bertajuk Sinergi Industri Digital Wujudkan Asta Cita di Jakarta, Kamis (12/12/2024).

Ismail menambahkan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang memadai mampu mendongkrak ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai 19 persen dari PDB dengan nilai Rp 22.513 triliun, serta digitalisasi yang dapat mendukung sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia.

Dia pun menekankan, ada tiga pendekatan yang bakal dilakukan Pemerintah untuk membangun infrastruktur digital secara bersamaan. Yakni pendekatan langsung oleh Pemerintah, koordinasi dan sinergi dengan pihak terkait, serta dukungan eksternal dari negara asing dan vendor.

"Dengan sinergi, kita bisa menciptakan solusi digital yang berkualitas, terjangkau, dan berdampak luas," tutupnya.

Baca juga : Dorong Transformasi Digital, LAN Tekankan Urgensi Upskilling dan Reskilling Kompetensi ASN

Di tempat yang sama, Marketing & Solution Director Lintasarta, Zulfi Hadi menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung digitalisasi nasional. Dengan misi empowering Indonesia to unleash digital potential, Lintasarta mengembangkan infrastruktur strategis seperti fiber optic, data center, GPU cloud, dan keamanan siber. 

Tak hanya infrastruktur, Lintasarta juga fokus pada pengembangan talenta digital melalui Program Laskar Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang memberikan pelatihan gratis bagi mahasiswa dan praktisi. 

Inisiatif ini diharapkan membantu mewujudkan mimpi Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Adsense

"Kita targetkan 500 peserta awal untuk digodok dengan kurikulum berbasis teknologi NVIDIA. Mereka akan menjadi motor akselerasi produktivitas nasional melalui implementasi AI," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah optimis, melalui strategi transformasi yang berfokus pada integrasi layanan fixed dan mobile broadband, percepatan pertumbuhan bisnis data center, dan pengembangan inisiatif digital baru bisa mempercepat digitalisasi nasional.

Baca juga : Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Dasar Pemindahan ASN Ke IKN

"Telkom terus mendukung pengembangan infrastruktur seperti fiber optik dan data center untuk mendukung kedaulatan digital serta pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Ririek. 

Ia pun mendorong kebijakan progresif seperti insentif fiskal, skema pembayaran spektrum fleksibel, dan infrastruktur sharing yang efektif. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan visi Indonesia Digital 2045.

"Telkom siap menjadi katalisator transformasi digital menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan Indonesia yang lebih maju," tutup Ririek.

Sementara Direktur ICT Strategy & Business Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi, mengingatkan pentingnya penguatan infrastruktur digital seperti 5G dan fiber optik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. 

"Setiap dolar yang diinvestasikan dalam infrastruktur ICT dapat memberikan dampak besar terhadap GDP," ungkap Rosidi.

Baca juga : DPD Dorong Pemerintah Dukung Inovasi Petani untuk Swasembada Pangan

Di tempat yang sama, Wakil Direktur Utama Indosat Ooredoo Hutchison, Danny Buldansyah, menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transformasi digital Indonesia melalui inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai Rp 1.800 triliun pada 2027, menjadikannya sektor strategis dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

"Indosat fokus pada pengembangan teknologi seperti AI dan big data, dengan inisiatif seperti Sahabat AI bersama GoTo, AI Merdeka dengan NVIDIA, dan Banking AI untuk digitalisasi perbankan," kata Danny.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense