BREAKING NEWS
 

BSI Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal Senilai Rp 3,6 M Di Desa Semoyo Gunungkidul

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 17 Desember 2024 16:26 WIB
BSI berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkuat dan mengembangkan ekonomi lokal, dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkuat dan mengembangkan ekonomi lokal, dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. Yakni, dengan menggelar Groundbreaking Desa Semoyo Binaan BSI-UMY dan penanaman 10.671 pohon di Desa Semoyo, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta.

Direktur Kepatuhan & Sumber Daya Manusia BSI Tribuana Tunggadewi mengatakan, pemberdayaan ini merupakan program Desa Bangun Sejahtera Indonesia (Desa BSI) yang berkesinambungan dilakukan perseroan. 

Desa BSI adalah program pemberdayaan, sekaligus optimalisasi dana zakat melalui penguatan dan pengembangan sumber daya ekonomi lokal, sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Khusus untuk Desa Semoyo terdapat 506 jiwa penerima manfaat dengan total penyaluran sebesar Rp 3,6 miliar,” ucapnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/12/2024).

Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan program pemberdayaan klaster usaha budidaya produk turunan sereh wangi, eduwisata tanaman herbal, serta peternakan.

Selanjutnya, pemberdayaan melalui program Desa BSI disesuaikan dengan potensi ekonomi di desa tersebut. 

Adapun salah satu program pengembangan Desa BSI Semoyo dengan menanam serai wangi, serta pohon produktif lainnya yang dapat membawa manfaat bagi peningkatan ekonomi mustahiksetempat. 

Masyarakat Desa Semoyo juga memanfaatkan limbah daun serai wangi yang merupakan sisa penyulingan, menjadi kerajinan anyaman atap rumah. 

Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Senin 16 Desember, Hadir di Pospol Gadog

Dengan demikian konsep pengolahan pemberdayaan tanaman serai tidak menyisakan sampah yang dapat mencemari lingkungan sekitar.

“Desa Semoyo dipilih sebagai lokasi pemberdayaan dan desa percontohan yang dapat menyelaraskan konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat yang ramah lingkungan,”  ujar Dewi. 

Melalui program pemberdayaan Desa BSI, BSI berharap dapat menciptakan manfaat berkelanjutan yang selaras dengan prinsip ESG (Environmental Social and Governance), sehingga tercipta dampak positif bagi peningkatan ekonomi, sosial dan lingkungan. 

“Diharapkan business model pemberdayaan desa Semoyo dapat diikuti oleh desa-desa lainnya,” harapnya.

Selain Desa Semoyo, perseroan telah memberdayakan 20 desa di Tanah Air melalui program Desa BSI. Desa tersebut terbagi dalam berbagai klaster di antaranya pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan dengan total penerima manfaat sebanyak 6.642 jiwa dan total penyaluran dana sebesar Rp 86,5 miliar. 

Bersamaan dengan groundbreaking Desa BSI Semoyo, BSI bersama  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Non-Governmental Organization (NGO), serta masyarakat setempat melaksanakan program penanaman pohon. 

Jenis yang ditanam adalah pohon produktif  dengan total 10.671 untuk Desa Semoyo dan lainnya. Keguatan ini ditargetkan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 836 ton Co2e (karbon dioksida ekuivalen).

Adsense

Dewi menegaskan, untuk mendukung Gerakan Nasional APU PPT, serta implementasi ESG pada pilar Sustainable Operation.

Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Selasa 3 Desember, Hadir di Mall Cileungsi

“Salah satu inisiatifnya adalah pencapaian target Net Zero Emission (NZE). Maka, dilaksanakan kegiatan penanaman pohon setiap tahunnya. Dimulai dari tahun 2022 hingga saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UMY Gunawan Budiyanto mengatakan, perguruan tinggi dan perbankan, khususnya perbankan syariah harus lebih banyak membuat program-program yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. 

Kolaborasi antara UMY dan BSI di Desa Semoyo merupakan awal yang baik, untuk mengembangkan potensi dan perekonomian desa. Menanam tanaman produktif yang memiliki nilai dan berguna. Seperti, melinjo, pohon kweni dan sukun, yang sekarang jadi alternatif pangan, karena asupan karbo yang besar. 

“Ini sumbangsih dari perbankan. Artinya, nanti masyarakat bisa ambil sebagai manfaat," tutur Gunawan.

Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK Fithriadi menyebut, program ini juga mendukung Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) yang dicanangkan PPATK.

Kolaborasi ini merupakan langkah nyata dari BSI untuk menolak tindakan kejahatan perbankan.

“Tindakan pencucian uang dan pendanaan terorisme dapat berdampak kepada semua sektor. Termasuk keberlanjutan lingkungan, ekonomi  dan sosial masyarakat,” ucapnya.

Untuk itu, diperlukan adanya upaya untuk terus menjaga kelestarian lingkungan, ekonomi dan sosial masyarakat,  salah satunya dengan kegiatan penanaman pohon.

Baca juga : Polri Kembali Blokir Aset Jaringan Judol Senilai Rp 36,8 Miliar

Lebih jauh, dalam menjalankan implementasi ESG, perseroan memiliki visi untuk menjadi The Best Global Islamic Bank Based on Implementation Sustainable Finance.

Dalam mencapai visi tersebut, BSI memiliki sejumlah misi implementasi ESG.  Pertama, memberikan akses keuangan berkelanjutan di Indonesia dengan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Kedua, menjadi bank yang memberikan kontribusi terbaik kepada ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Program ESG

BSI bertekad menjadi bank syariah global terbaik berdasarkan penerapan keuangan berkelanjutan dalam hal rasio pembiayaan berkelanjutan dan implementasi CSR, untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat luas.

“Kemudian menjadi perusahaan yang memberdayakan seluruh pegawai agar memiliki kesadaran dan perhatian dalam menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan pada operasional perbankan,” katanya.

Jika merinci rekam jejak BSI ke belakang, perseroan telah melaksanakan kegiatan penanaman pohon sejak 2022 hingga saat ini dengan jumlah sebanyak total 50.000 pohon di seluruh Indonesia.

Dari jumlah pohon yang ditanam tersebut, estimasi penyerapan karbon mencapai 4.129 ton CO2e. BSI terus berupaya untuk berinovasi dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, selain penanaman pohon, BSI memfasilitasi nasabah untuk dapat berdonasi pohon yang dapat diakses melalui aplikasi BYOND By BSI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense