Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Bocoran Menteri Ani: Ekonomi Dunia Tahun Depan Masih Loyo
Selasa, 27 Agustus 2024 14:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian global pada 2025 mendatang masih dihadapkan dengan ketidakpastian akibat masalah geopolitik. Diprediksi, pertumbuhan ekonomi global tahun depan stagnan alias loyo.
Hal tersebut diungkapkan Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI tentang RUU APBN Tahun Anggaran 2025, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8).
Baca juga : Konsolidasi Perbankan Genjot Pertumbuhan Ekonomi Syariah
"Pertumbuhan (ekonomi) global 2025 diperkirakan stagnan rendah dibandingkan 2024 yaitu tumbuh 3,3 persen," kata dia.
Wanita yang akrab dipanggil Ani itu juga menyebut, tahun depan kondisi likuiditas juga akan cenderung ketat.
Baca juga : Bangun Jembatan Gantung, BRI Dorong Ekonomi Masyarakat Desa dan Mobilitas Warga
Melambatnya ekonomi dunia juga tergambar dengan pertumbuhan ekonomi China yang diprediksi masih melambat. Seperti diketahui, ekonomi China menjadi ukuran perekonomian terbesar kedua di dunia.
Sementara pada sisi domestik tingkat konsumsi rumah tangga akan terus dijaga. Ani mengatakan, Pemerintah akan terus berupaya menekan inflasi dengan menciptakan lapangan kerja baru dan tetap memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat menengah ke bawah.
Baca juga : Ekonomi Tumbun 14%, Menteri Basuki: Saatnya Serambi Nusantara Untuk Bangkit
"Investasi diharapkan terus meningkat terutama pada sektor yang berbasis perluasan hilirisasi dan akan juga memperkuat posisi Indonesia di dalam global value change serta berbagai proyek-proyek strategis yang akan dilanjutkan pada 2025 yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya