RM.id Rakyat Merdeka - Kebijakan Pemerintah membatasi pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen hanya untuk barang mewah merupakan keputusan tepat. Prospek perekonomian Indonesia tahun ini diyakini semakin cerah.
Keputusan Pemerintah membatasi pengenaan PPN12 persen menjadi kado tahun baru untuk rakyat Indonesia yang mengharapkan kebijakan itu tidak dilakukan terhadap semua jasa dan barang.
Kebijakan itu diumumkan langsung Presiden Prabowo Subianto pada 31 Desember 2024. Langkah tersebut dipastikan bakal membantu menjaga daya beli masyarakat, yang sebelumnya tertekan oleh rencana kenaikan PPN.
Baca juga : BNI Akan Optimalkan Dana Murah Via Ekspansi Digital
“PPN12 persen ini hanya berlaku untuk barang-barang mewah, seperti pesawat jet pribadi, kapal pesiar dan apartemen mewah. Untuk barang dan jasa yang bukan kategori barang mewah, tetap berlaku tarif PPN11 persen,” jelas Prabowo dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (31/12/2024).
Prabowo menegaskan, Pemerintah akan terus menciptakan sistem perpajakan yang adil dan pro-rakyat.
Sementara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa prospek ekonomi Indonesia pada 2025 semakin cerah. Inflasi tahunan sebesar 1,57 persen (year on year) di 2024 tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi pada 2023 yang mencapai 2,61 persen.
Baca juga : Program Sekolah Gratis Dipatok Jalan Tahun Ini
Angka ini masih dalam rentang target nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Selain itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur mencatatkan angka ekspansif di 51,2 pada akhir 2024, setelah sebelumnya berada di level kontraksi 49,6.
“Kondisi ini mencerminkan optimisme sektor manufaktur, dengan banyak perusahaan bersiap menghadapi peningkatan permintaan di 2025,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Ia menambahkan, dunia usaha tetap optimistis terhadap perekonomian nasional, karena inflasi yang terkendali dan PMI yang terus menunjukkan tren ekspansif.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.