RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah pelaku usaha dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berkumpul bersama dalam acara rutin bulanan "Kadin Economic Diplomacy (KED) Breakfast", di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2025). Acara ini guna membahas dampak kebijakan global terhadap perekonomian, program-program hubungan luar negeri, kerja sama internasional, peluang bisnis, hingga perdagangan dan investasi.
Acara dihadiri Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Bernardino Vega, Para Komite Tetap, Komite-Komite Bilateral, serta Kadin-Kadin Provinsi.
"Di sini hadir 80 Komite Bilateral dari relasi Indonesia dengan negara-negara luar. Jadi, komplet (Komite Bilateral) ke negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, Eropa, negaranegara ASEAN, Asia Timur dan lain-lain," ungkap Anindya Bakrie, usai acara KED Breakfast.
Selain Komite Bilateral, hadir pula dalam acara ini 25 Kadin Provinsi. Sehingga, kata Anin, bukan saja dibicarakan mengenai luar negeri, tapi juga bagaimana membawa investasi dan perdagangan yang bermanfaat buat Kadin Provinsi. "Di sini juga banyak teman-teman dengan asosiasi dan himpunan," tuturnya.
Anin menjelaskan, di Januari 2025 Kadin, akan mengikuti World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Kemudian, ikut agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India dan kemungkinan dilanjutkan ke Pakistan.
"Kami sudah bertemu dengan kedua Duta Besarnya (India dan Pakistan), dan bagaimana Kadin yang mewakili dunia usaha bisa bersama-sama memastikan bukan saja relasi yang sangat baik antar-pemerintah, tapi juga dari bisnis ke bisnis,” ucapnya.
Baca juga : Anindya Bakrie Sebutkan 4 Sektor Utama Kerja Sama Indonesia dan Pakistan
Dia merasa, agenda ini suatu hal yang sangat baik. "Mudah-mudahan ini bukan saja pertemuan diplomatis secara geopolitik kita kembangkan, tapi juga ujungnya bagaimana perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Indonesia bisa tercapai lebih baik di 2025 dengan kepemimpinan Pak Presiden Prabowo Subianto," paparnya.
Anin menuturkan, rombongan Kadin Indonesia akan tiba di India pada 24 Januari 2025 untuk mempersiapkan acara forum bisnis yang direncanakan pada 25-26 Januari 2025. Kadin akan fokus pada industri-industri seperti kesehatan, ketahanan energi, ketahanan pangan, sampai pada sektor teknologi dan pertahanan.
"Ini merupakan suatu yang menarik, karena pada tanggal 26 (Januari 2025), Pak Presiden (akan) hadir sebagai tamu kehormatan di Republic Day India,” ujar Anin.
Dia melanjutkan, pada 27-28 Januari 2025, rombongan Kadin akan melakukan lawatan di sekitar ibu kota New Delhi untuk melihat pabrik susu, industri kesehatan, rumah sakit, sampai industri otomotif. Selain itu, romobongan Kadin juga akan mengunjungi Taj Mahal untuk meninjau sektor pariwisata di sana.
Anin menyebut, pihaknya juga akan melibatkan Kadin Provinsi dalam kunjungan ke India. "Kami ingin menggambarkan bahwa Kadin itu bukan saja untuk perusahaan besar, tapi juga untuk perusahaan-perusahaan daerah untuk bisa terlibat, termasuk untuk membuka pasar, mendapatkan investasi dari India yang saya rasa secara historis, secara kultural, mempunyai sejarah panjang dengan Indonesia," jelasnya.
India dan Indonesia, lanjut Anin, diprediksikan dalam waktu 15-20 tahun ke depan menjadi negara dengan ekonomi terbesar. India di prediksi akan menjadi negara ekonomi nomor 4 terbesar di dunia, dan Indonesia menjadi nomor 5 terbesar di dunia.
Baca juga : Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia Untuk Perjuangan Palestina
Menurut Anin, hubungan dengan India sangat menguntungkan. Bukan saja dari sisi ekspor yang sekarang ini Indonesia surplus dan masih bisa lebih besar lagi, tapi juga dari sisi investasi. "Baik dari India ke Indonesia, maupun dari Indonesia ke India," katanya.
Anin melihat, tipe India dan Indonesia sama, yaitu demokratis, jumlah penduduknya banyak dan mesti disejahterakan semuanya. Karena itu, bisa memulai hubungan baik secara diplomatis, secara bisnis-bisnis besar, maupun bisnis yang bersifat kerakyatan.
"Seperti contohnya ketahanan pangan, itu mereka juga cukup maju. Tentunya juga dengan ketahanan energi, lalu ketahanan kesehatan, dan Pendidikan. Itu semua adalah bidang-bidang yang sama dengan Indonesia, sangat dibutuhkan," terangnya.
Rencananya, selain ke India, rombongan Kadin juga akan melakukan perjalanan bisnis ke Pakistan. Menurut Anin, Pakistan adalah negara yang cukup menarik. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta.
Duta Besar Pakistan Ameer Khurram Rathore sudah berkunjung ke kantor Kadin Indonesia, di Jakarta, Kamis (9/1/2025). "Dari Kadin juga sudah siap, kita memastikan dari bisnis ke bisnis, antar-bisnis itu jalan, dan yang menarik di sana sangat kuat industri dari sisi pertahanan yang kita tahu ini merupakan sebuah industri besar," kata Anin.
Indonesia Anggota Penuh BRICS
Dalam acara KED Breakfast tersebut juga dibahas mengenai partisipasi Indonesia di BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa), yang sudah diresmikan menjadi anggota penuh. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar dari gabungan negara Brazil, Rusia, India, dan Afrika Selatan, jumlah populasi penduduknya sudah lebih dari 2 miliar orang. Jumlah ekonominya juga diperkirakan mencapai hampir 10 triliun dolar AS. Angka tersebut besar baik dari jumlah penduduk maupun ekonomi.
Baca juga : Jadi Anggota DPRD Provinsi, Bang Ir Kunjungi Tanah Leluhur Dayak Betang Kalteng
Dengan demikian, Anin mengatakan, Indonesia memiliki peluang untuk membuka akses pasar, untuk berdagang, dan juga untuk berinvestasi dengan negara-negara yang tergabung dalam BRICS nanti. "Dan saya rasa inilah alasan Pak Prabowo melihat (BRICS) ini sebagai peluang," ucapnya.
Sebagai negara yang tidak berpihak, lanjut Anin, Indonesia mesti pandai-pandai untuk memainkan peran, terutama dengan negara besar seperti Amerika Serikat (AS). "Tapi secara konsep, Indonesia mesti mempunyai suatu pasar alternatif. Karena kita tahu bahwa China melambat, sementara AS akan fokus pada industri domestiknya,” jelasnya.
“Indonesia membutuhkan apa yang terbaik untuk dirinya, supaya ekonomi terus berjalan, dan masyarakat juga bisa semakin sejahtera," pungkas Anin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.