BREAKING NEWS
 

Optimalkan Penyerapan Hasil Produksi

MIND ID Perlu Sinergi Dengan Industrialisasi

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 13 Januari 2025 07:05 WIB
Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah hilirisasi yang telah dicapai Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan atau MIND ID, perlu disinergikan dengan peta jalan program industrialisasi. Hal ini untuk mengoptimalkan penyerapan hasil produksi di sektor pertambangan.

Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso mengatakan, pihaknya bersama anggota holding telah mencatat berbagai pencapaian dalam program hilirisasi. Sayang, penyerapan produk hilirisasi mineral oleh industri manufaktur dalam negeri masih rendah.

“Kami sedikit cemas, karena lihat industri manufaktur dalam negeri belum terlalu eksis yang bisa memanfaatkan bahan baku yang telah kami buat,” ujar Hendi dalam acara MINDialogue di Jakarta, Kamis (9/1/2025).

Sebagai informasi, anggota holding MIND ID, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Baca juga : Berjumlah 1 Juta Agen, Ini Dampak Ekonomi Dan Sosial Keberadaan AgenBRILink Milik BRI

Hendi membeberkan, PT Timah telah memproduksi Tin Powder dan Tin Soldier. Lalu, Antam dan Inalum telah berkolaborasi untuk mengolah bijih bauksit, sehingga menghasilkan aluminium murni di dalam negeri.

“Ini sejarah bagi Indonesia untuk pertama kalinya aluminium diproduksi di Indonesia,” katanya.

Padahal, kata Hendi, sebelum kolaborasi hilirisasi ini dilakukan, Inalum harus mengimpor bahan baku untuk memproduksi aluminium.

Kini, dengan keberadaan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, maka integrasi hulu hingga hilir dapat berjalan beriringan.

Baca juga : Yang Hambat Investasi Siap-siap Kena Sanksi

Selain itu, Antam juga telah mengoperasikan smelter di Pomalaa dan Halmahera Timur, yang akan mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vechicle/EV).

Sedangkan PT Vale Indonesia telah menyelesaikan smelter di Sorowako dan merencanakan ekspansi ke berbagai lokasi lain.

Begitu juga, Freeport Indonesia telah merampungkan pembangunan smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur.

“Ini secara signifikan menjadi yang terbesar di dunia. Untuk pembuatan tembaga dan tidak kalah penting Indonesia bisa produksi emas yang diekstrusi oleh produk smelter tembaga,” terangnya.

Baca juga : Jalani Hidup Sehat, Pakai Masker Dan Cuci Tangan

Berbagai capaian itu, kata dia, menunjukkan komitmen perusahaan mendukung agenda hilirisasi, sebagai bagian dari upaya mencapai Indonesia Emas 2045.

Karenanya, dia menekankan pentingnya dukungan terhadap pertumbuhan industri manufaktur yang progresif demi memaksimalkan nilai tambah bahan baku hasil hilirisasi di Indonesia.

Dengan kata lain, sambung Hendi, program hilirisasi harus berjalan beriringan dengan program industrialisasi.

Adsense

“Tentunya sangat disayangkan, apabila bahan baku yang sudah kami siapkan tidak terjadi value added lebih lanjut di Indonesia,” sesal Hendi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense