Sebelumnya
Terpisah, Kepala BPN/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menilai, komitmen Pemerintah untuk mempercepat visi swasembada pangan terefleksi melalui upaya penyerapan beras produksi dalam negeri, yang dilaksanakan BPN bersama Perum Bulog sepanjang 2025.
“Untuk melindungi pendapatan petani Indonesia, kami bersama Bulog memulai penyerapan pada 15 Januari dengan HPP yang telah disesuaikan,” kata Arief di Jakarta, Senin (13/1/2025).
Arief menekankan, evaluasi perubahan HPP gabah dan beras memang perlu dilakukan secara berkala.
Perhitungannya pun, sambung dia, telah mempertimbangkan perkembangan struktur biaya produksi dan distribusi dengan kondisi saat ini.
Baca juga : Luhut: Sedih, Saat Covid Bahan Parasetamol Impor
“Jika terdapat gabah di luar ketentuan kualitas yang telah ditetapkan, maka dapat diberikan kebijakan rafaksi (pemotongan) harga, agar Bulog masih dapat menyerapnya,” sambung Arief.
Ia menambahkan, realisasi pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri sepanjang 2024, total angkanya mencapai 1,266 juta ton. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
Pada 2020, Bulog total menyerap 1,256 juta ton beras, dan pada 2021 di angka 1,216 juta ton. Lalu pada 2022 Bulog menyerap 994 ribu ton dan pada 2023 di angka 1,066 juta ton.
Sebelumnya, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto mengaku, pihaknya siap melakukan penyerapan di titik-titik beberapa daerah yang sudah melakukan panen terlebih dahulu.
Baca juga : UMKM Butuh Pelatihan Skill Pemasaran Digital
“Jelang memasuki masa panen raya, yang diperkirakan pada Februari, kami sudah mempersiapkan beberapa strategi untuk penyerapan gabah atau beras petani dalam negeri,” kata Suyamto melalui siaran pers, Sabtu (11/1/2025).
Suyamto menjelaskan, strategi yang dimaksud di antaranya melakukan optimalisasi infrastruktur yang dimiliki Bulog. Seperti Sentra Pengolahan Padi dan Sentra Pengolahan Beras yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian di tiap wilayah kerja, untuk me-monitoring titik panen. Serta berkoordinasi dengan Mitra Kerja Pengadaan untuk optimalisasi penyerapan di tiap lini.
Pihaknya juga sudah menyiapkan titik-titik pembelian gabah petani, dengan menggunakan sarana pengolahan sendiri maupun bekerja dengan mitra penggilingan.
Baca juga : Setan Merah Incar Kursi Empat Besar
Ia memastikan, akan terus berupaya memenuhi target penyerapan beras tahun ini di angka 3 juta ton.
“Guna menyesuaikan target penyerapan 2025, kami membentuk Tim Jemput Gabah untuk pengoptimalan penyerapan,” pungkas Suyamto. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Kamis, 16 Januari 2025 dengan judul "Bulog Diharapkan Optimal Serap Hasil Panen, Kenaikan HPP Gabah Jaga Gairah Petani Tanam Padi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.