RM.id Rakyat Merdeka - Permasalahan stunting bukan hanya terkait dengan masalah ekonomi. Baik anak dari keluarga yang mampu maupun tidak mampu secara ekonomi dapat beresiko mengalami stunting.
Dokter Spesialis Anak dr. Novitria Dwinanda, SpA(K) menjelaskan, lingkungan terdekat anak merupakan faktor yang turut memberi pengaruh besar pada persoalan stunting di Indonesia.
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak signifikan pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Kondisi ini bisa mempengaruhi kemampuan mental dan belajar anak di sekolah.
“Ada berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan stunting antara lain, rendahnya pemahaman orangtua tentang stunting sehingga kurang memperhatikan asupan Bunda selama kehamilan dan asupan anak seperti kecukupan ASi dan praktik pemberian makan pendamping (MPASI) yang tidak tepat,” kata Novitria dalam dialog di Jakarta dikutip Sabtu (25/1/2025).
Selain itu, stunting juga dipengaruhi oleh rendahnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin karena kesadaran masyarakat dan terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan.
Saat ini masih banyak orang tua di Indonesia sulit menerima kenyataan atau malu jika anaknya terdiagnosa stunting. Umumnya mereka cenderung menyangkal diagnosis dan menolak untuk dirujuk ke Rumah Sakit agar mendapat penanganan komprehensif.
“Karena itu, penangan anak dengan risiko stunting adalah dengan intervensi keluarga dan lingkungan terdekat anak,” katanya.
Baca juga : Kontraktor Minyak Dan Gas Diminta Tingkatkan Produksi
Penanganan tersebut juga perlu dibarengi dengan peningkatan pemahaman tentang pemantauan pertumbuhan, pemberian nutrisi tepat, dan pemahaman diagnosis stunting sendiri. Langkah ini merupakan salah satu upaya penurunan angka stunting di Indonesia.
Skrining dan rujukan sangat penting dalam mewujudkan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS). Sebab, skrining dini menjadi kunci dalam deteksi awal sehingga intervensi cepat dapat dilakukan.
Skrining efektif mencakup pengukuran tinggi, berat badan, dan penilaian status gizi untuk memastikan anak tumbuh sesuai standar. Sehingga, deteksi dini memungkinkan penanganan tepat, mengurangi risiko komplikasi, dan memastikan anak mendapatkan perawatan optimal.
Sedangkan rujukan terapi stunting memastikan anak menerima intervensi yang tepat, seperti suplementasi gizi, perubahan pola makan, dan pemantauan intensif. Melalui rujukan yang tepat, anak dapat mengakses sumber daya yang diperlukan untuk memperbaiki status gizi dan mencegah dampak jangka panjang stunting.
“Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam proses ini, mulai dari tenaga kesehatan hingga keluarga, akan sangat berkontribusi pada upaya mewujudkan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS),” tambah dr. Novitria.
CEO Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia Lee Meeng Thong mengatakan, Danone SN Indonesia melalui Sarihusada berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak Indonesia, khususnya dalam upaya mengatasi masalah stunting.
Untuk itu, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) ikut mendukung Pemerintah dalam upaya pencegahan stunting. Langkah yang dilakukan salah satunya dengan berkolaborasi bareng Alodokter untuk meluncurkan kampanye Aksi 3 Langkah MAJU (3LM).
Baca juga : Kemendikdasmen Luncurkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Dalam hal penanganan stunting, Sarihusada memiliki gerakan bernama ‘Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS)’ yang dikembangkan bersama Alodokter sejak tahun 2023 dan telah menjangkau lebih dari 8.000 penerima manfaat dengan melakukan skrining status gizi anak di 50 titik lokasi di Indonesia.
Pada tahun 2025 ini, kami kembali berkolaborasi bersama Alodokter sebagai mitra yang memiliki visi yang sama untuk mendukung kesehatan anak Indonesia, dengan meluncurkan kampanye aksi 3LM yang masih menjadi bagian dari Gerakan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS).
Inisiatif kolaborasi melalui kampanye terbaru ini sejalan dengan visi Sarihusada untuk memperluas akses kesehatan dan pemenuhan nutrisi bagi anak Indonesia.
“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk terus mendorong pencegahan stunting di Indonesia,” katanya.
Dia berharap, melalui aksi skrining yang menargetkan 1 juta anak ini bisa mendukung pemerintah dalam upaya mengatasi permasalahan stunting sedini mungkin, dan memberikan intervensi yang tepat dalam mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius kedepannya.
“Kami yakin, dengan intervensi yang tepat anak-anak Indonesia bisa tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” kata Angelia.
Co-Founder & President Director of Alodokter Group Suci Arumsari mengapresiasi inisiatif kolaborasi Alodokter dan Sarihusada melalui Gerakan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS) sejak tahun 2023.
Baca juga : Menkop Tegaskan Penguatan Koperasi Di Berbagai Sektor Dukung Swasembada Pangan
Kolaborasi ini merupakan langkah maju yang sangat berarti dalam upaya kita bersama untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia. Dengan menggabungkan keahlian kami di bidang konsultasi kesehatan digital dan komitmen Sarihusada pada nutrisi anak, kami yakin dapat mencapai dampak yang lebih signifikan dalam menurunkan angka stunting.
“Alodokter berkomitmen penuh untuk mendukung program GMBS 2025 ini dengan meluncurkan kampanye aksi melalui 3LM yang digagas oleh Sarihusada dan mendorong perubahan perilaku yang positif,” tutur Suci.
Sebagai keberlanjutan dari GMBS yang telah diinisiasi sejak 2023, kampanye aksi 3LM ini dilakukan untuk memperluas jangkauan skrining status gizi anak dengan target 1 juta anak di tahun 2025 yang akan digelar di seluruh wilayah di Indonesia.
Melalui inisiatif ini, pihaknya ingin mengajak para Bunda di Indonesia untuk deteksi sejak dini risiko stunting pada si Kecil melalui aksi 3LM. Dimulai dengan mengukur tinggi dan berat secara teratur, mengajak konsultasi ke dokter dan upayakan beri nutrisi teruji klinis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.