Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Fokus Tangani Isu Stunting, Kemendukbangga Luncurkan Program Genting
Kamis, 5 Desember 2024 15:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tegaskan komitmen menangani gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji menyampaikan program ini merupakan implementasi atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan isu strategis nasional, termasuk masalah gizi buruk yang menghambat tumbuh kembang anak.
Melalui program ini, dia menargetkan dapat menjangkau satu juta Keluarga Risiko Stunting (KRS) pada 2025.
"Pesan Bapak Presiden Prabowo, jangan banyak diskusi, jangan banyak lokakarya, jangan banyak omon-omon. Kita ke lapangan, kerja, kerja, kerja," tegas Wihaji saat peluncuran program Genting di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat, Kamis (5/12/2024).
Acara ini turut dihadiri Menteri Sosial Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Wakil Ketua Komisi IX Putih Sari, Pj Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang diwakili Plh Asisten Daerah II Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jabar, Dodo Suhendar.
Baca juga : Kolaborasi Sasa dan Naturally Speaking by Erha Luncurkan Produk Baru
Dalam sambutannya, Wihaji menyampaikan program ini sengaja dibuat untuk menjawab tantangan besar bangsa Indonesia mengenai masalah stunting. Sebab, dari 75 juta keluarga, ada 8,7 juta keluarga beresiko stunting dan 21,5 persen di antaranya sudah terdampak.
"Artinya kalau ada lima balita, satu di antaranya sudah terkena stunting. Ini bukan problem biasa-biasa saja dan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu kementerian/lembaga saja," imbuhnya.
Oleh karena itu, dalam kesempatan ini Wihaji mengajak seluruh pihak untuk bahu membahu mengatasi masalah stunting.
"Kabinet Merah Putih ibarat tim sepakbola, saling support, saling bantu, dan saling berkolaborasi. Tidak boleh saling berego. Ini adalah perintah Presiden," tegasnya.
Lebih lanjut, Wihaji menyebutkan pihaknya sudah punya data 8,7 juta KRS yang dilengkapi nama dan alamat. Dia menegaskan data ini telah sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Baca juga : Fokus Pendidikan Budi Pekerti, Summarecon Luncurkan Sekolah Terpadu Sedaya Bintang
Nantinya, secara bertahap, Kemendukbangga akan menyentuh seluruhnya dalam rangka pencegahan stunting dan perbaikan. "Secara teknis sudah ada buku saku mengenai tata caranya," imbuhnya.
Soal targetnya tahun depan, Wihaji menyebut bakal menjangkau 1 juta anak asuh yang dipelihara selama 1.000 hari pertama sejak dilahirkan karena masuk periode rawan stunting.
"Menurut dokter jika di usia itu terkena stunting cuma 20 persen yang dapat disembuhkan," sebutnya.
Orang Tua Asuh itu disebutkan Wihaji tidak dijalankan Pemerintah sendirian, karena turut bekerjasama dengan BUMN, komunitas organisasi/lembaga non-Pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan sosial, media, perguruan tinggi, akademisi, hingga perorangan.
"Fokus utamnya nanti ada 4 yakni nutrisi, akses air bersih, edukasi, dan jamban sehat," paparnya.
Baca juga : Perluas Inklusi Keuangan di Kawasan Asia Tenggara, BRI Luncurkan BRImo di Timor Leste
Dari sisi nutrisi, program Genting bakal memberi asupan gizi senilai Rp 15.000 untuk bayi yang baru lahir selama 1.000 hari. Kemudian, membangun MCK dan Rumah layak huni. Serta membangun fasilitas untuk air bersih.
Wihaji juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin berkontribusi dari sisi edukasi, jika tidak punya kemampuan finansial memadai. Dia menekankan, program ini sama sekali tidak memakai APBN karena menggunakan skema pentahelix, kerjasama, gotong royong, dan melibatkan banyak pihak.
"Dan itu juga jadi bagian kultur Indonesia apalagi saat ini fokus Pak Prabowo adalah masalah gizi, maka ini adalah ikhtiar kita bersama," pungkasnya.
Diketahui, acara ini diselenggarakan atas kerjasama Kemendukbangga/BKKBN dengan Pemerintah Daerah Karawang dan United Nation Population Fund (UNFPA) atau Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebuah lembaga khusus PBB yang berdedikasi kesehatan seksual dan reproduksi serta hak asasi manusia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya