Dark/Light Mode

Wacana BBM Subsidi Khusus Pelat Kuning, Harris: Harus Ada Kajian Komprehensif

Sabtu, 30 November 2024 13:21 WIB
Anggota DPR M Harris. (Foto: IG/@muhammadharris.official)
Anggota DPR M Harris. (Foto: IG/@muhammadharris.official)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR Muhammad Harris menilai, rencana pemerintah memberikan subsidi BBM khusus untuk kendaraan berpelat kuning, termasuk angkutan umum, sebagai langkah strategis untuk mendukung sektor transportasi publik. Namun, ia menekankan pentingnya kajian mendalam dan implementasi yang tepat agar kebijakan ini benar-benar efektif.

“Pemerintah harus memastikan kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, terutama pengguna transportasi umum, sekaligus menekan biaya operasional transportasi agar tarifnya tetap terjangkau,” ujar Harris dalam keterangannya, Sabtu (30/11/2024).

Baca juga : Penuhi Ekspektasi Pasien, Humas Rumah Sakit Harus Akselerasi Kompetensi

Kajian tersebut beber Harris mencakup dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan, dengan harapan subsidi dapat mendukung upaya peningkatan aksesibilitas transportasi publik yang lebih baik dan berkeadilan.

Anggota DPR dari dapil Jateng I ini memberikan sejumlah catatan penting terkait kebijakan ini, di antaranya subsidi harus diarahkan hanya kepada pihak yang benar-benar berhak, yakni angkutan umum yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas.

Baca juga : Ledia Hanifah: Perlu Kajian Secara Intensif

“Untuk mencegah penyalahgunaan, diperlukan sistem digitalisasi dan pendataan yang akurat dalam distribusi subsidi. Subsidi diharapkan dapat menekan biaya operasional sehingga tarif transportasi umum tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ulas politikus PKS itu. 

Harris menyadari Implementasi kebijakan ini membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, DPR, dan operator transportasi. Dirinya meminta kebijakan ini agar implementasinya tepat sasaran dan transparan.

Baca juga : Tekan Stunting, Pemda Harus Intervensi Dan Inovatif

“Kami ingin memastikan subsidi ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya strategis membangun sistem transportasi umum yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui kebijakan ini, Harris berharap transportasi umum dapat menjadi pilihan utama masyarakat, yang pada akhirnya mendukung pengurangan kemacetan dan emisi karbon di perkotaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.