BREAKING NEWS
 

Groundbreaking Hilirisasi Timah Rp 1,2 T, RI Bidik Produsen Terbesar Kedua Dunia

Reporter & Editor :
FAZRY
Minggu, 26 Januari 2025 16:31 WIB
Groundbreaking proyek hilirisasi timah senilai Rp 1,2 triliun di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang dilakukan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu, pada Jumat (24/1).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mengupayakan terwujudnya Roadmap Hilirisasi Nasional dengan target menjadikan Indonesia sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia pada 2045.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian groundbreaking proyek hilirisasi timah senilai Rp 1,2 triliun di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang dilakukan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu, pada Jumat (24/1).

Proyek senilai Rp 1,2 triliun ini mencakup pembangunan fasilitas tin chemical oleh PT Batam Timah Sinergi (BTS) dan fasilitas tin solder oleh PT Tri Charislink Indoasia (TCI), yang keduanya merupakan anak usaha dari PT Cipta Persada Mulia (CPM).

Dengan investasi dan modal kerja tahap awal tersebut, fasilitas ini dirancang untuk menjadi salah satu pusat hilirisasi timah terbesar di dunia.

Baca juga : Dukung Transaksi Non Tunai, 83 Persen Tiket Whoosh Terjual Secara Online

Menurut Todotua, groundbreaking ini merupakan momen penting dalam transformasi industri timah nasional.

"Hilirisasi adalah kunci untuk memastikan sumber daya alam Indonesia dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya sebagai komoditas mentah, tetapi sebagai produk bernilai tambah tinggi yang berdaya saing global," ujar Todotua dalam keterangan tertulis pada Sabtu (25/1/2025).

Todotua juga menegaskan bahwa PT Cipta Persada Mulia memiliki peran strategis dalam industri timah nasional, mulai dari kegiatan pertambangan bijih timah melalui Izin Usaha Pertambangan (IUP) hingga produksi tin ingot di smelter miliknya.

Adsense

"Produk tin ingot tersebut kemudian diolah lebih lanjut oleh BTS untuk produksi tin chemical. Dan oleh TCI untuk pengembangan tin solder serta tin heat stabilizer," ungkap Todotua.

Baca juga : Riset FEB UB: Kemitraan, Fondasi Keberhasilan Hilirisasi Mineral di Indonesia

Fasilitas BTS kini memasuki tahap awal pengerjaan lahan konstruksi untuk pembangunan fasilitas tin chemical, sedangkan TCI telah memasuki tahap commissioning dan produksi penuh.

Proyek ini sejalan dengan Roadmap Hilirisasi Nasional, yang menargetkan Indonesia menjadi produsen timah terbesar kedua dunia pada 2045.

Selain menciptakan fasilitas produksi berkelas dunia, proyek ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekosistem industri, khususnya di wilayah Kepulauan Riau.

Todotua mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan cadangan timah terbesar kedua di dunia, harus mampu memanfaatkan sumber daya ini secara optimal untuk meningkatkan nilai tambahnya.

Baca juga : Wow Keren, Kebijakan Hilirisasi Indonesia Jadi Inspirasi Negara Asia Dan Afrika

"Hilirisasi komoditas timah di Indonesia diperlukan untuk menyerap produksi tin ingot dalam negeri. Dan mengembangkan industri hilir yang memiliki potensi pasar global tinggi," tambah Todotua.

Lebih dari itu, proyek ini juga mendukung pemerataan pembangunan industri di luar Pulau Jawa.

Lokasi strategis Kota Batam yang dekat dengan jalur perdagangan internasional, serta infrastruktur logistik yang memadai, memberikan keunggulan dalam efisiensi ekspor-impor komponen.

Dengan langkah ini, target menjadikan Indonesia sebagai produsen timah terbesar kedua dunia pada 2045 semakin dekat untuk diwujudkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense