RM.id Rakyat Merdeka - Meskipun daya beli masyarakat menurun sepanjang 2024, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berhasil membukukan pra penjualan sebesar Rp 6,01 triliun. Jumlah tersebut melampaui target 2024 yang telah direvisi menjadi Rp 6 triliun.
Wakil Presiden Direktur PANI, Alexander Halim Kusuma mengatakan, keberhasilan ini didukung oleh peluncuran 12 proyek baru selama 2024. Produk-produk tersebut mencakup properti hunian dan komersial yang mendapat sambutan positif dari pasar.
“Tingginya minat konsumen terhadap produk-produk properti yang ditawarkan, baik hunian maupun komersial, mencerminkan kepercayaan pasar yang kuat terhadap kualitas dan nilai tambah atas produk properti yang diberikan PANI,” ujar Alexander, sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/1/2025).
Baca juga : Libur Panjang Hari Besar Keagamaan, Penjualan Tiket Whoosh Tembus 105 Ribu
Capaian ini menunjukkan komitmen PANI dalam memberikan produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar, meskipun tantangan ekonomi global dan domestik masih dirasakan. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi PANI sebagai salah satu pemain utama di industri properti Tanah Air.
Menurut Alexander, keberhasilan ini tidak lepas dari strategi akuisisi bank tanah melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II pada Desember 2023, serta Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) pada Agustus 2024. Hasilnya, total bank tanah PANI kini mencapai 1.876 hektare, yang menjadi landasan strategis untuk mendukung target pra penjualan tahunan.
Dari total pra penjualan senilai Rp 6,01 triliun, kontribusi terbesar datang dari kavling komersial dengan nilai Rp 2,9 triliun (48 persen). Segmen residensial menyumbang Rp 1,9 triliun (33 persen), sementara produk komersial seperti ruko, rukan, dan SOHO mencatat Rp 1,2 triliun (19 persen).
Baca juga : KPK Sebut Ada Pejabat Baru di Kabinet yang Punya Harta Rp 5,4 Triliun
Alexander menambahkan, penjualan kavling komersial mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 247 persen year-on-year (yoy) dibandingkan 2023. Peningkatan ini didorong oleh pengembangan Central Business District (CBD) PIK 2, termasuk peluncuran NICE sebagai ikon baru di wilayah tersebut. NICE berfungsi sebagai penggerak utama sektor Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE).
Pra penjualan residensial juga mencatat lonjakan signifikan hingga 386 persen (yoy), berkat kemajuan pemasaran cluster baru di PIK 2.
Untuk produk komersial, seperti ruko, rukan, SOHO, dan gudang, pertumbuhan stabil sebesar 4 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Produk unggulan seperti Rukan Marina Bay, Rukan Lau Pa Sat, Ruko Little Siam, SOHO Riverside Boulevard, SOHO Miami, dan Bizpark PIK 2 menjadi kontributor utama segmen ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.