BREAKING NEWS
 

Freeport Kirim Emas Batangan Ke Antam

Mind ID Sukses Buktikan Hilirisasi Berjalan Baik

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 14 Februari 2025 07:05 WIB
Direktur Utama Mind ID Hendi Prio Santoso

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Industri Pertambangan Indonesia, Mind ID, mencatatkan sejarah baru dalam industri pertambangan nasional. Yakni untuk yang pertama kalinya, PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan  pengiriman emas batangan sebanyak 125 kilogram (kg) ke PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Direktur Utama Mind ID Hendi Prio Santoso menjelaskan, pengiriman perdana ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian bisnis pembelian 30 ton emas antara Anggota Grup Mind ID, yaitu Antam dan Freeport Indonesia pada November 2024.

Menurut Hendi, langkah ini merupakan tonggak penting dalam mewujudkan hilirisasi mineral terintegrasi dari hulu hingga hilir di dalam negeri, guna mengoptimalkan pening­katan nilai tambah bagi kedaulatan ekonomi Indonesia.

“Pengiriman perdana senilai Rp 207 miliar ini memiliki kadar kemurnian 99,99 persen, yang dikirimkan ke Antam pada Rabu (12/2/2025),” ujar Hendi melalui siaran pers, Kamis (14/2/2025).

Melalui sinergi ini, kata Hendi, pengolahan lumpur anoda dari pengolahan tembaga dapat diolah lebih lanjut di dalam negeri menjadi emas murni. Dan selanjutnya menjadi produk akhir guna memenuhi kebutuhan investasi masyarakat Indonesia.

Hendi menekankan, sinergi ini bukan sekadar pencapai­an bisnis. Melainkan strategi kedaulatan ekonomi untuk me­ngurangi ketergantungan pada impor bahan baku.

“Sinergi ini akan kami tingkatkan lagi. Sehingga rantai pasok industri emas dapat berdampak nyata bagi perekonomian Indonesia,” tegas Hendi.

Baca juga : Airlangga Ajak Pengusaha Investasi Di Sektor Digital

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Antam Nico Kanter menyampaikan, dengan terealisasinya pengiriman emas perdana ini, maka pihaknya akan konsisten mengurangi impor bahan baku.

“Capaian ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang solid, optimalisasi produksi, serta meningkatnya permintaan pasar,” kata Nico.

Ia meyakini, pengiriman emas perdana juga akan memberi dampak positif pada kinerja perusahaan. Karena momentum harga emas dunia sedang berada pada rekor tertinggi (alltime high).

Nico bilang, pengiriman emas dari Freeport juga memperkuat pasokan emas Antam. Sekaligus meningkatkan efisiensi dan re­kor penjualan yang menunjukkan tingginya kepercayaan pasar kepada produk Antam.

Sementara Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas berjanji akan konsisten mendukung visi Pemerintah, untuk memaksimalkan nilai tambah sumber daya alam dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Adsense

Ia juga memastikan, insiden yang terjadi di salah satu fasilitas kompleks Smelter PTFI tidak membuat perusahaan berhenti menjalankan komitmennya untuk hilirisasi pertambangan.

Apalagi pembangunan Precious Metal Refinery (PMR) telah selesai dan pihaknya tetap dapat memproduksi emas murni. Hal ini, kata Tony, merupakan bukti keseriusan PTFI dalam menjalankan hilirisasi.

Baca juga : Merasa Diserang Orang Serakah

Sebagai perusahaan yang memiliki pengolahan dan pemurnian terintegrasi dalam negeri mulai hulu hingga hilir, imbuh Tony, pihaknya telah mewujudkan hilirisasi tembaga dan saat ini hilirisasi emas. 

“Dalam waktu dekat akan menyusul hilirisasi perak,” tutur Tony.

Lebih lanjut ia menerangkan, Freeport Indonesia berhasil memproses sekitar 12,56 ton lumpur anoda dari PT Smelting. Dari proses tersebut dihasilkan emas batangan sebanyak 189 kg.

“Ada 125 kilogram di antaranya adalah fine gold purity 99,99 persen dan 64 kilogram masih akan di casting ulang agar memenuhi standar fine gold purity,” jelas Tony.

Saat ini PMR Freeport Indo­nesia menjadi salah satu produsen emas murni batangan di Indonesia, dengan kapasitas pemurnian sekitar 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun, serta Platinum Group Me­tals, yaitu 30 kg platinum dan 375 kg Palladium.

Menanggapi ini, pengamat investasi emas Ibrahim Assuaibi menilai, pengiriman perdana emas itu menunjukkan kese­riusan BUMN dalam menjalankan program hilirisasi di sektor pertambangan.

“Smelter Freeport bisa pro­duksi sampai 60 ton per tahun, walau saat ini pengiriman emas batangannya ke Antam bertahap dan tidak begitu banyak, tapi ini menunjukkan hilirisasi (produk tambang) sudah berjalan,” puji Ibrahim kepada Rak­yat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Anggaran Kementerian/Lembaga Dipotong, Pelayanan ke Rakyat Jangan Terganggu

Dengan begitu, lanjut Ibrahim, hal ini juga akan memberikan kepastian pasokan emas bata­ngan kepada Antam ke depannya. Mengingat  minat masyarakat terhadap emas batangan juga terus meningkat sebagai salah satu investasi.

“Kalau kebutuhan tinggi, pasokan juga aman, maka ke depan kapasitas Antam menyediakan produk emas batangan lebih besar,” tandasnya.

Apalagi, kata Ibrahim, PTFI juga turut me­ngembangkan pro­duksi perak yang merupakan produk turunan dari emas.

“Perak juga bisa menjadi alternatif investasi bagi masyarakat ketika harga emas melambung tinggi,” pungkas Ibrahim. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense