RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 mencapai 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp 407,54 triliun (kurs Rp 16.301 per dolar AS). Capaian ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis target itu tercapai. Karena, transaksi TEI biasanya meningkat sekitar 10 persen, setiap tahun.
Pada 2024, target transaksi TEI sebesar 17,5 miliar dolar AS. Sedangkan capaiannya tembus 22,73 miliar dolar AS atau setara Rp 370,54 triliun.
Airlangga menilai, kenaikan transaksi dalam pameran dagang ini akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menekankan pentingnya memperkuat ekspor sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto mencapai 8 persen.
“Trade Expo kali ini ditargetkan bisa melampaui 25 miliar dolar AS. Harapannya demikian, karena kalau semakin terus meningkat maka ekonomi kita semakin menggeliat,” ujar Airlangga dalam acara peluncuran TEI ke-40 di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Baca juga : Gelar Pesta Mewah Ultah Putrinya
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa neraca perdagangan Indonesia terus mengalami surplus selama 57 bulan berturut-turut hingga 2024, dengan nilai surplus mencapai 31 miliar dolar AS atau sekitar Rp 505 triliun.
Hal ini mencerminkan tren positif ekspor serta daya saing produk Indonesia di pasar global.
Meski mengalami defisit perdagangan dengan China, secara keseluruhan perdagangan dengan negara-negara lain tetap mencatatkan angka positif.
“Ini menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki daya saing tinggi,” kata Airlangga.
Airlangga juga menyoroti pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia, yang ditandai dengan peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) ke angka 51,9.
Peringkat Indonesia dalam Economic Complexity Index (ECI) juga naik dari posisi ke-75 menjadi ke-65 pada 2023.
Baca juga : Sambutan Pertama sebagai Gubernur, Pram: Jakarta Masih DKI
Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, Airlangga menekankan pentingnya empat mesin utama ekonomi. Yaitu konsumsi dalam negeri, ekspor, investasi dan belanja pemerintah.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama perdagangan global, terutama menghadapi potensi kebijakan perdagangan AS di bawah “Trump 2.0.”
“Perdagangan dunia di luar Amerika mencapai hampir 80 persen. Oleh karena itu, kita harus menjalin kerja sama dengan negara-negara lain untuk menjaga pertumbuhan ekspor,” tegasnya.
Lebih Banyak Peserta
Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan TEI 2025 diikuti sekitar 1.500 ekshibitor dan 5.000 pembeli dari seluruh dunia.
Pameran dagang ini akan berlangsung pada 15-19 Oktober 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, dengan tema Discover Indonesia’s Excellence Trade Beyond Boundaries.
Baca juga : Luhut Jamin Tak Ada Titipan, Danantara Akan Diisi Profesional
“Kami menargetkan 30.000 pengunjung dan menghadirkan lebih banyak produk potensial dari seluruh Indonesia,” kata Budi.
Produk-produk yang dipamerkan akan terbagi dalam tiga zona. Yaitu Food, Beverages & Agriculture Products; Manufactured Products; Services, Lifestyle and Others, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.
Untuk meningkatkan jumlah peserta, Kemendag akan melibatkan berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga terkait, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta asosiasi perdagangan.
TEI 2025 juga diharapkan dapat menggenjot pertumbuhan ekspor nasional hingga 7,1 persen.
Kemendag bekerja sama dengan perwakilan Indonesia di luar negeri. Seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan perwakilan perdagangan, untuk mengundang importir dari berbagai negara agar berpartisipasi dalam TEI ke-40.
Dalam acara peluncuran TEI 2025, turut hadir Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza dan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.